About

Selamat datang di Blog Analis Palestina yang mengkhususkan diri pada opini, penerjemahan informasi dan analisa terkini terkait perkembangan yang terjadi di Palestina dan sekitarnya. Email: sccholid@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Al-Qa55am. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qa55am. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Januari 2026

Militer Negara Zionis Akui Ketidakmampuan untuk Hancurkan Jaringan Terowongan Gaza Sepenuhnya

Sabtu, 3 Januari 2026, 16:56 WIB - Pusat Informasi Palestina

Foto Pusat Informasi Palestina


Perkiraan dari militer negara Zionis dan badan intelijennya mengungkapkan bahwa operasi deteksi dan penghancuran intensif yang dilakukan di Jalur Gaza hanya mencapai sekitar setengah dari jaringan terowongan yang digali oleh Ham45 dan Jihad Islam. Ini merupakan pengakuan baru tentang skala dan kompleksitas infrastruktur yang dibangun oleh faksi-faksi perlawanan Palestina selama bertahun-tahun.


Situs berita negara Zionis Walla mengutip pejabat keamanan di negara penjajah yang mengatakan bahwa area antara pagar pemisah dan "garis kuning," yang berada di bawah kendali militer negara Zionis, tetap berada di luar cakupan perkiraan mengenai terowongan yang telah dihancurkan. Ini mencerminkan kesenjangan signifikan dalam gambaran penguasaan lapangan yang ingin dibangun oleh militer Zionis.


Sebelumnya, militer negara Zionis memperkirakan total panjang jaringan terowongan sekitar 400 kilometer. Namun, para pejabat militer senior kini meyakini panjang sebenarnya jauh lebih besar, berkisar antara 560 hingga 720 kilometer, menurut perkiraan terbaru.


Dalam upaya untuk mengatasi tantangan ini, Menteri Pertahanan negara Zionis Yisrael Katz mengeluarkan instruksi mendesak untuk mengintensifkan dan mempercepat operasi pencarian terowongan. Dalam pertemuan tertutup, ia menekankan apa yang digambarkannya sebagai "sikap tegas" yang bertujuan untuk menghancurkan sepenuhnya infrastruktur yang dibangun oleh faksi-faksi bersenjata di Gaza, menurut situs web berbahasa Ibrani.


Instruksi ini termasuk memperkuat jumlah pasukan di lapangan, memperluas penggunaan peralatan teknik berat, dan meningkatkan jumlah kru yang bekerja dalam shift intensif sepanjang waktu. Sebagai tanggapan, Komando Selatan militer negara Zionis telah mengintensifkan operasi pencarian terowongan selama dua pekan terakhir, melakukan pekerjaan penggalian secara simultan dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi di area geografis yang terbatas.


Komando militer mulai mengintegrasikan berbagai metode untuk menghancurkan terowongan, termasuk penggunaan berbagai alat peledak, serta menyuntikkan material khusus yang mengeras di dalam terowongan dan mencegah penggunaannya kembali. Sumber-sumber teknik, yang dikutip oleh Walla, mengklaim bahwa material ini "memperpendek jangka waktu, meningkatkan kecepatan operasi lapangan, dan mengurangi risiko bagi pasukan."


Seiring dengan upaya rekayasa, militer negara Zionis melakukan operasi intelijen yang ekstensif, termasuk investigasi lapangan dan survei lahan komprehensif, yang bertujuan untuk mengidentifikasi pintu masuk terowongan dan membuat peta lengkap rute dan panjang maksimumnya.


Sistem Terowongan yang Kompleks


Upaya ini dilakukan dalam konteks upaya untuk memahami sistem yang digambarkan sangat kompleks, yang dibangun selama hampir dua dekade. Menurut sumber yang sama, pejabat militer dan intelijen negara Zionis menjelaskan bahwa Ham45 dan Jihad Islam telah membangun jaringan terowongan serbaguna, yang di beberapa daerah menyerupai "jalan raya bawah tanah," yang selama bertahun-tahun digunakan untuk menyelundupkan senjata, amunisi, dan bahan peledak.

Menunjukkan skala ukuran sistem ini, Walla mengutip sumber yang mengatakan bahwa para perwira dari Komando Pusat AS, yang telah meninjau data intelijen terkait terowongan tersebut, menyatakan "sangat terkejut" dengan ukuran jaringan yang dibangun di Gaza, serta dengan cakupan pekerjaan teknik yang dilakukan oleh militer negara Zionis dalam upaya mereka untuk melawannya.


Dalam perkembangan terkait, Yediot Ahronot melaporkan bahwa kondisi cuaca baru-baru ini menyebabkan area bawah tanah yang luas runtuh, sekitar 800 meter dari pagar keamanan di Jalur Gaza utara, di dalam zona keamanan yang seharusnya tetap berada di bawah kendali negara Zionis di dalam berbagai skenario.


Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa militer negara Zionis  menduga runtuhnya area ini telah mengungkap terowongan Ham45 yang signifikan dan sebelumnya tidak diketahui, setelah tentara dari Batalyon ke-12 Brigade Golani menemukan lokasi runtuhnya terowongan tersebut, yang disebabkan oleh hujan lebat, dan kemudian mereka mengisolasi serta mengamankannya.



Diterbitkan Pusat Informasi Palestina, “جيش الاحتلال يقرّ بعجزه عن تدمير شبكة الأنفاق في غزة بالكامل” terbit 3/1/2026 diakses 4/1/2026 09:09 https://palinfo.com/news/2026/01/03/987812/


Share:

Rabu, 31 Desember 2025

Abu Umar Suriah: Pendatang yang Memainkan Peran Penting dalam Melatih Brigade Al-Qa55am

 

Al-Issa dianggap sebagai salah satu insinyur militer paling terkemuka yang berkontribusi dalam meletakkan dasar rencana pertahanan di Jalur Gaza (akun Telegram Ham45), foto diambil dari situs Al Jazeera Net


Terakhir diperbarui: 30/12/2025 14.00 (Waktu Mekah)


ia adalah salah satu komandan militer paling terkemuka dalam Brigade Izzuddin Al-Qa55am, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Ham45), dan komandan Departemen Persiapan dan Pelatihan Pusat di Jalur Gaza.


Perjalanan jihadnya membawanya ke berbagai lokasi internasional sebelum ia pindah ke Jalur Gaza pada tahun 2005. Di sana, ia berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur tempur perlawanan Palestina, menjadi salah satu pendiri utama sistem pelatihan militer dan komandan pasukan pertahanan udara di Jalur Gaza. Ia juga merupakan salah satu arsitek Operasi Tufan Al-Aqsa, yang diluncurkan oleh perlawanan Palestina pada tahun 2003. Militer penjajah negara Zionis mengumumkan pembunuhannya pada Juni 2005.



Kelahiran dan Masa Kecilnya


Hakam Al-Issa, yang dikenal sebagai "Abu Umar Suriah," lahir di Kuwait pada tahun 1967 dari keluarga Palestina yang asal usulnya dari desa Ramin di distrik Tulkarm di barat laut Tepi Barat. Ia mengenyam pendidikan dasar di beberapa sekolah pinggiran kota Abdullah al-Salem dan Adailiya di Kota Kuwait.


Ia menyelesaikan kuliahnya di Bhopal, Madhya Pradesh, India. Dari sana, perjalanan perlawanannya dimulai, diawali dengan pelatihan militer di Khuzestan, Iran, dan berlanjut ke Chechnya, Suriah, dan Lebanon, sebelum ia meninggalkan rumahnya di Suriah dan pindah ke Jalur Gaza setelah penarikan diri negara Zionis pada tahun 2005.



Pengalamannya dalam Perjuangan


Al-Issa memulai perjalanannya dengan Brigade Izzuddin Al-Qa55am di Gaza di beberapa lokasi pelatihan. Ia memainkan peran penting dalam mendirikan akademi militer, yang membuatnya mendapat julukan "Abu al-Mawaqe'" di antara para pejuang. Dia meninggalkan jejak yang jelas dalam operasi militer, berpindah-pindah di antara berbagai posisi kepemimpinan hingga akhirnya menjadi anggota Dewan Militer Tertinggi Brigade Al-Qa55am.





Abu Umar Suriah dikenal karena kerendahan hati dan gaya hidupnya yang sederhana, mengingat situasi keamanan yang sensitif. Ia jarang tampil di depan umum dan tidak muncul di media, lebih memilih beroperasi dengan nama samaran. Ia dikenal dengan beberapa nama samaran tanpa mengungkapkan identitasnya, termasuk Abu Mahmoud, Abu Imad, dan Abu Umar.


Sumber-sumber di dalam Brigade Qa55am menggambarkannya sebagai sosok yang memiliki pengetahuan luas dan kecerdasan militer yang mendalam. Sejak saat ia memasuki Jalur Gaza, ia menjadi pusat perhatian panglima tertinggi Brigade Al-Qa55am, Mohammed Deif, dan anggota dewan militer, yang memutuskan untuk memanfaatkan keahliannya untuk mengembangkan keterampilan khusus di semua aspek operasi militer.


Ia memberikan kontribusi signifikan terhadap lompatan kualitatif dan kemajuan besar dalam pengembangan operasi militer, bekerja bersama dengan talenta yang tersedia di Jalur Gaza, khususnya dalam perencanaan, pelatihan, pengembangan, dan pendirian akademi militer.



Tugas dan Tanggung Jawab


Staf Umum Brigade Izzuddin Al-Qa55am mempercayakan beberapa tanggung jawab penting kepadanya, terutama:

  • Memimpin Departemen Persiapan dan Pelatihan Pusat di seluruh Jalur Gaza.

  • Membangun dan memimpin unit pertahanan udara di Jalur Gaza.

  • Memimpin spesialisasi militer pusat (senjata).

  • Menjadi anggota Komite Pusat untuk Rencana Pertahanan dan Konfrontasi.


Setelah perang negara Zionis di Jalur Gaza pada musim panas 2014, Abu Umar Suriah bertugas memegang cabang Intelijen dan Operasi, kemudian diangkat sebagai komandan cabang Pelatihan di Brigade Izzuddin Al-Qa55am, dan anggota kunci Dewan Militer Umum untuk Staf Umum.


Al-Issa diakui sebagai pelopor metodologi kepemimpinan profesional yang canggih untuk pengambilan keputusan militer, yang secara signifikan meningkatkan tingkat kesiapan defensif dan ofensif. Ia berpartisipasi dalam penyusunan rencana pertahanan pusat dan ofensif untuk semua perang sebelum operasi "Saif Al-Quds" pada tahun 2021, secara pribadi mengawasi pelatihan dan pengembangan keterampilan dan karakter para pemimpin pelatihan dan tim pelatihan regional, serta memberikan kontribusi teknis pada pengembangan artileri, teknik, pertahanan udara, lapis baja, penembak jitu, dan senjata lainnya.




Ia adalah salah satu insinyur militer paling terkemuka yang berkontribusi dalam meletakkan dasar bagi rencana pertahanan di Jalur Gaza. Ia juga memainkan peran utama dalam perencanaan dan partisipasi dalam beberapa operasi ofensif besar, terutama Operasi Tufan Al-Aqsa, yang diluncurkan oleh perlawanan Palestina pada 7 Oktober 2023.



Kesyahidannya


Sepanjang serangan darat negara Zionis di Gaza, Abu Umar Suriah menghadapi penjajah dan menyusun rencana lapangan untuk menyergap tentara penjajah. Ia dan keluarganya bertahan menghadapi pengepungan berat dan kelaparan mematikan di Jalur Gaza utara hingga ia gugur sebagai syahid pada usia 58 tahun, bersama istri dan cucunya, dalam serangan udara negara Zionis di desa Sabra, Kota Gaza, pada Sabtu malam, 28 Juni 2025.


Pada tanggal 29 Desember 2025, Brigade Izzuddin Al-Qa55am menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya beberapa pemimpin militernya, termasuk "komandan besar Hakam Al-Issa Abu Umar, pendatang mujahid yang berdedikasi dan setia, pemimpin shaleh yang rendah hati di tengah saudara-saudaranya, teguh dan berani di medan perang, yang berkelana di seluruh negeri membawa panji jihad di Palestina, dan dikenal di Lebanon, Suriah, dan banyak negara lain, sebelum akhirnya menetap di tanah Gaza."


Dalam pernyataan yang sama, Al-Qa55am melalui juru bicara barunya Abu Ubaida, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para komandan berikut: Muhammad Shabana (Abu Anas), komandan Brigade Rafah; Raed Saad (Abu Muadz), komandan unit manufaktur militer; dan Muhammad Sinwar, kepala staf Brigade Izzuddin Al-Qa55am. Mereka juga mengumumkan syahidnya juru bicara mereka sebelumnya, Abu Ubaida Hudhaifa al-Kahlout.


Sumber: surat kabar Palestina + kantor berita Anadolu


Sumber situs Al Jazeera Net أبو عمر السوري.. المهاجر صاحب الدور البارز في تدريب القسام30/12/2025, diakses 31/12/2025 11:50 WIB https://www.aljazeera.net/encyclopedia/2025/6/29/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%8A%D8%B3%D9%89-%D8%A3%D8%A8%D9%88-%D8%B9%D9%85%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%88%D8%B1%D9%8A-%D8%A3%D8%AD%D8%AF-%D9%82%D8%A7%D8%AF%D8%A9


Share:

Senin, 29 Desember 2025

Brigade Al-Qa55am Berdukacita atas Gugurnya Abu Ubaida, Sinwar, dan Pemimpin Terkemuka Lainnya

Terakhir diperbarui: 17:17 (Waktu Mekah)

Brigade Izz ad-Din al-Qa55am, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Ham45), berduka cita atas gugurnya sejumlah pemimpin terkemuka mereka yang syahid dalam serangan udara negara Zionis selama perang negara Zionis di Gaza.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara baru Brigade al-Qa55am, Brigade tersebut berduka atas gugurnya para pemimpinnya: Muhammad Sinwar (Abu Ibrahim), Kepala Staf Brigade Izz ad-Din al-Qa55am; Muhammad Shabana (Abu Anas), komandan Brigade Rafah di Brigade al-Qa55am; komandan senior Hakam al-Issa (Abu Omar); Raed Saad (Abu Muadh), kepala unit manufaktur di Brigade al-Qa55am; dan juru bicara Brigade al-Qa55am (Abu Ubaida).

Sumber: Al Jazeera

Diterjemahkan dari situs Al Jazeera Net “القسام تزف أبو عبيدة والسنوار وقادة بارزين” terbit 29/12/2025 diakses  29/12/2025 21:33 WIB https://www.aljazeera.net/news/2025/12/29/%D8%B9%D8%A7%D8%AC%D9%84-%D9%83%D9%84%D9%85%D8%A9-%D9%84%D9%84%D9%86%D8%A7%D8%B7%D9%82-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%B3%D9%83%D8%B1%D9%8A-%D9%84%D9%83%D8%AA%D8%A7%D8%A6%D8%A8-%D8%B9%D8%B2

Share:

Minggu, 28 Desember 2025

Studi: Taktik Lapangan Ham45 Mendefinisikan Ulang Arti Kemenangan dalam Perang Asimetris

London - Quds Press | 24 Desember 2025 11:19.

Jurnal Inggris "Conflict and Terrorism Studies" menerbitkan sebuah studi oleh peneliti Omar Ashour yang meneliti bagaimana Ham45 berperang dan alasan yang memungkinkan mereka mempertahankan efektivitas tempur selama lebih dari lima belas bulan di Gaza, meskipun terdapat kesenjangan signifikan dalam kemampuan militer dan teknologi dibandingkan dengan negara Zionis

Studi tersebut, yang diterbitkan hari  Rabu (24/12) oleh platform EcoReport dalam terjemahan bahasa Arab, menunjukkan bahwa gerakan tersebut, khususnya Brigade Izz ad-Din al-Qa55am, mengadopsi sistem pertahanan kompleks yang menggabungkan perang konvensional terbatas, taktik perang urban, operasi bawah tanah, dan operasi media. Hal ini telah memperlambat laju pasukan negara Zionis dan mengubah superioritas militer mereka menjadi perang atrisi yang berkepanjangan bukan malah meraih kemenangan cepat.

Studi ini menjelaskan bahwa sistem ini didasarkan pada tujuh pilar yang saling terkait, termasuk melakukan operasi di berbagai domain, menggabungkan berbagai senjata di tingkat unit kecil, secara simultan beralih antara perang konvensional, perang gerilya, dan taktik serang-dan-lari, memanfaatkan lingkungan perkotaan baik di atas maupun di bawah tanah, memprioritaskan unit infanteri ringan dan alat peledak improvisasi (IED), mengaktifkan dukungan dari sekutu regional dan non-negara, dan melakukan kampanye media dan informasi yang intensif.

Studi ini berpendapat bahwa jaringan terowongan di Jalur Gaza memberi Ham45 kedalaman strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam area geografis yang sempit, memungkinkan pergerakan rahasia, penyergapan dari titik masuk yang tidak terduga, dan kontinuitas komando, kendali, dan jalur pasokan. Hal ini menyulitkan tentara negara Zionis untuk menyatakan area tersebut secara definitif "aman."

Studi ini mencatat bahwa ciri taktis yang paling menonjol di lapangan adalah ketergantungan gerakan tersebut pada tim kecil yang terdiri dari tiga hingga lima pejuang, menggunakan senjata anti-tank, penembak jitu, mortir, dan IED untuk menghambat kemajuan dan meningkatkan biaya penguasaan wilayah, tanpa mencari kemenangan medan perang yang menentukan.

Studi ini menyimpulkan bahwa strategi "pertahanan hibrida" tidak meniadakan superioritas militer negara Zionis atau mengubah keseimbangan kerugian, tetapi memungkinkan Ham45 untuk memperlambat operasi dan meningkatkan biaya kemenangan yang menentukan dengan mengubah konfrontasi menjadi konflik yang berkepanjangan. Studi ini berpendapat bahwa pendekatan ini terkait dengan redefinisi konsep "kemenangan" oleh gerakan tersebut, dimana menunda kekalahan dan melanjutkan pertempuran menjadi tujuan strategis tersendiri, yang didukung oleh operasi media dan organisasi yang mempertahankan kohesi internal dan pengaruh politik.

Metodologi peneliti bergantung pada analisis materi dari 1.331 pernyataan operasional yang disandarkan kepada Brigade Izz ad-Din al-Qa55am antara Oktober 2023 dan Oktober 2024, bersama dengan perbandingan dengan data sumber-sumber terbuka. Penelitian ini menjelaskan bahwa sifat pernyataan militer dan propaganda membatasi verifikasi lengkap angka dan perkiraan korban.

Diterjemahkan dari situs Quds Press “دراسة: تكتيكات "حماس" الميدانية تعيد تعريف مفهوم النصر في الحروب غير المتكافئة” terbit 24/12/2025, diakses 28 Desember 2025 17:08 https://qudspress.com/238172/


Share:

Minggu, 14 Desember 2025

Media Negara Zionis Ungkap Detail Penargetan Pemimpin Al-Qa55am, Raed Saad

14 Desember 2025 Terakhir diperbarui: 01:32 (Waktu Mekah)

Surat kabar negara Zionis Yediot Aharonot melaporkan bahwa negara Zionis memberitahu Amerika Serikat tentang pembunuhan pemimpin Brigade Al-Qa55am, Raed Saad, hanya 20 menit setelah dilakukan, sehingga berisiko menimbulkan kemarahan Amerika atas potensi dampaknya terhadap gencatan senjata Gaza.


Surat kabar tersebut mengutip sumber-sumber keamanan yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara pembunuhan tersebut dan dugaan pelanggaran gencatan senjata yang dikaitkan dengan Ham45 pada hari Sabtu. Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa ada perbedaan pendapat di dalam lembaga keamanan mengenai pelaksanaan operasi pembunuhannya.


Militer negara Zionis dan dinas keamanan Shin Bet mengumumkan dalam pernyataan bersama pada hari Sabtu bahwa mereka telah menargetkan Raed Saad dalam serangan udara di Jalur Gaza. Mereka menggambarkannya sebagai kepala unit manufaktur Ham45 dan salah satu arsitek serangan 7 Oktober 2013, keduanya mengklaim bahwa mereka telah berhasil melenyapkannya.


Perdana Menteri negara Zionis Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan negara Zionis Katz mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka telah memerintahkan pembunuhan Saad sebagai balasan atas diledakkannya bahan peledak yang menargetkan tentara, yang melukai dua tentara di daerah yang dikuasai militer Zionis di Jalur Gaza selatan.


Pernyataan Netanyahu-Katz menambahkan bahwa Saad sedang berupaya untuk mengatur ulang Ham45 dan merencanakan serangan.



Hamas Mengutuk


Sementara itu, Ham45 mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kejahatan berkelanjutan militer negara Zionis di Jalur Gaza, yang terbaru adalah penargetan kendaraan sipil di sebelah barat Kota Gaza, merupakan "pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata."


Pernyataan itu menambahkan bahwa kejahatan ini menegaskan kembali bahwa penjajah secara sengaja berupaya untuk melemahkan kesepakatan tersebut. Ham45 menganggap otoritas penjajah sepenuhnya bertanggung jawab atas dampak kejahatannya terhadap rakyat Palestina.


Ham45 juga menyerukan kepada para mediator dan negara penjamin kesepakatan untuk memikul tanggung jawab mereka terkait pelanggaran ini dan untuk segera mengambil tindakan untuk menahan otoritas penjajah, yang berupaya melemahkan perjanjian gencatan senjata, menurut pernyataan tersebut.


Fase pertama perjanjian gencatan senjata di Gaza dimulai pada 10 Oktober, setelah dua tahun agresi negara Zionis yang menyebabkan lebih dari 70.000 gugur syahid dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil di wilayah Palestina.


Namun, negara Zionis terus melanggar perjanjian tersebut melalui serangan udara berulang-ulang di Jalur Gaza dan dengan mengubah titik-titik garis penarikan diri yang telah disepakati, yang dikenal sebagai Garis Kuning. Negara Zionis juga terus membatasi pengiriman bantuan kemanusiaan penting kepada warga Gaza.


Sumber Al Jazeera dan media-media negara Zionis.


Diterjemahkan (IC) dari Aljazeera Net, 14/12/2024 “إعلام إسرائيلي يكشف ملابسات استهداف القيادي القسامي رائد سعد” diakses 14/12/2024 07:24 https://www.aljazeera.net/news/2025/12/14/%D8%A5%D8%B9%D9%84%D8%A7%D9%85-%D8%A5%D8%B3%D8%B1%D8%A7%D8%A6%D9%8A%D9%84%D9%8A-%D9%8A%D9%83%D8%B4%D9%81-%D9%85%D9%84%D8%A7%D8%A8%D8%B3%D8%A7%D8%AA-%D8%A7%D8%B3%D8%AA%D9%87%D8%AF%D8%A7%D9%81


Share: