About

Selamat datang di Blog Analis Palestina yang mengkhususkan diri pada opini, penerjemahan informasi dan analisa terkini terkait perkembangan yang terjadi di Palestina dan sekitarnya. Email: sccholid@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label gencatansenjata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gencatansenjata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Februari 2026

Syuhada dan Korban Luka-luka Berguguran akibat Serangan Udara Zionis yang Membidik Kamp Pengungsi Al-Bureij dan Kantor Polisi di Khan Younis

Foto Pusat Informasi Palestina

Jumat, 27 Februari 2026, 07:39 - Pusat Informasi Palestina

Serangan udara negara Zionis pada Jumat pagi mengakibatkan gugurnya empat warga Palestina, termasuk petugas polisi, dan melukai beberapa lainnya. Serangan tersebut membidik dua kantor polisi Palestina di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, dan kamp pengungsi al-Bureij di Jalur Gaza tengah, sebagai kelanjutan pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada Oktober 2025.


Tiga warga Palestina gugur dan beberapa lainnya terluka dalam serangan pesawat tak berawak negara Zionis yang menargetkan kantor polisi Palestina di persimpangan al-Maslakh di sebelah barat Khan Younis di Jalur Gaza selatan.


https://x.com/PalinfoAr/status/2027249441854370189?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E2027249441854370189%7Ctwgr%5Ee901e84d479e7d8cef58488fb45fef8cca55d059%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fpalinfo.com%2Fnews%2F2026%2F02%2F27%2F994275%2F

Para syuhada diidentifikasi sebagai Khaled al-Zayan, Hassan Hamed, dan Ali Basem Abu Shamala. Korban luka dan jenazah dipindahkan ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis untuk perawatan dan prosedur medis yang diperlukan.


Serangan serupa menargetkan kantor polisi Palestina di kamp pengungsi al-Bureij, menewaskan satu petugas dan melukai satu lainnya secara serius.


https://x.com/Sa7atPl/status/2027255033448837229?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E2027255033448837229%7Ctwgr%5Ee901e84d479e7d8cef58488fb45fef8cca55d059%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fpalinfo.com%2Fnews%2F2026%2F02%2F27%2F994275%2F

Kementerian Dalam Negeri mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur negara Zionis membom pos pemeriksaan polisi di Jalan Salah al-Din di pintu masuk kamp al-Bureij di Jalur Gaza tengah, mengakibatkan syahid  satu petugas dan melukai satu lainnya secara serius.


Pada hari Kamis, tiga warga Palestina syahid dan lainnya terluka, satu di antaranya meninggal karena luka-lukanya, sementara dua lainnya syahid dalam serangan udara negara Zionis yang menargetkan sekelompok warga sipil di dekat Taman al-Mahatta di kelurahan al-Tuffah, timur laut Kota Gaza.


Menurut laporan harian yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza pada hari Kamis, pelanggaran negara Zionis sejak gencatan senjata pada 11 Oktober telah mengakibatkan 618 warga Palestina syahid dan 1.663 menderita luka-luka.


Diterjemahkan dari situs Pusat Informasi Palestina “شهداء وجرحى في قصف إسرائيلي استهدف نقطتي شرطة بخانيونس والبريج” terbit 27/2/2026 diakses 27/2/2026 17:08  https://palinfo.com/news/2026/02/27/994275/


Share:

Sabtu, 20 Desember 2025

Pertemuan Terbaru Para Mediator, Rubio: Kesepakatan Gaza akan Memakan Waktu 3 Tahun

19/12/2025 - Terakhir diperbarui: 23:43 (Waktu Mekah)

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa implementasi fase kedua dan ketiga dari kesepakatan Gaza akan memakan waktu lebih dari tiga tahun, sementara dua utusan AS akan mengadakan pertemuan lain hari ini dengan para pejabat dari Qatar, Mesir, dan Turki mengenai Gaza.


Rubio menambahkan, dalam konferensi pers di Washington, bahwa penting untuk menyelesaikan fase pertama dari perjanjian gencatan senjata di Gaza dan mencapai fase kedua. Ia menjelaskan, "Kami bergegas untuk menyelesaikan fase perjanjian ini agar bantuan dapat mengalir dan kami dapat melanjutkan ke rekonstruksi."


Menteri Luar Negeri AS melanjutkan, "Kami ingin mencapai titik di mana keamanan menjadi bagian penting dari proses penyaluran bantuan kemanusiaan."


Rubio menyatakan keinginan Washington untuk mempercepat pembentukan pasukan stabilisasi di Gaza dan pembentukan pemerintahan teknokrat, "karena itu akan mempermudah penyaluran bantuan," sambil mengakui bahwa itu bukanlah tugas yang mudah.


Ia menjelaskan bahwa perang Gaza adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemerintahan Trump, menekankan bahwa gencatan senjata di Gaza adalah salah satu pencapaian terbesar pemerintahan tersebut.


Rubio mengatakan, "Saya sangat yakin bahwa kita memiliki sejumlah negara yang dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat, dan mereka siap untuk berpartisipasi dalam pasukan stabilisasi." Ia menjelaskan bahwa Pakistan telah menawarkan untuk berpartisipasi dalam pasukan ini.


Menteri Luar Negeri AS menuduh Ham45 "melanggar perjanjian untuk mengakhiri perang di Gaza dengan menembaki tentara negara Zionis," dan menekankan bahwa "jika Ham45 mampu mengancam atau menyerang negara Zionis di masa depan, tidak akan ada perdamaian, dan tidak seorangpun akan mampu meyakinkan siapapun untuk menginvestasikan uang di Gaza jika mereka meyakini bahwa perang baru akan segera pecah dalam dua atau tiga tahun."


Ia menekankan bahwa konferensi donor yang sukses mengenai Gaza tidak dapat diadakan sebelum menentukan siapa yang akan bertanggung jawab atas keamanan di Jalur Gaza.


Menteri Luar Negeri AS menuduh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melakukan "korupsi," dengan mengatakan bahwa badan tersebut "tidak dapat direformasi, dan kita dapat memberikan bantuan di Jalur Gaza tanpa perlu PBB."



Perundingan Miami

Sementara itu, perhatian terfokus pada Miami, di mana seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan kepada Al Jazeera bahwa utusan AS Steve Wittkopf dan Jared Kushner akan mengadakan pertemuan lain hari ini dengan para pejabat dari Qatar, Mesir, dan Turki.


Juru bicara tersebut menjelaskan bahwa Wittkopf  di Miami akan membahas dengan para mediator Qatar, Mesir, dan Turki tentang transisi ke fase kedua perjanjian gencatan senjata.


Axios melaporkan, mengutip sumber, bahwa para pejabat yang akan ditemui Whitkopf termasuk Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, dan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdel-Aty.


Dalam konteks ini, anggota biro politik Ham45, Bassem Naim, mengatakan bahwa pembicaraan yang dijadwalkan di Miami untuk beralih ke fase selanjutnya dari gencatan senjata Gaza harus mengarah pada penghentian pelanggaran gencatan senjata oleh negara Zionis.


Naim mengatakan kepada AFP, "Rakyat kami mengharapkan pembicaraan ini menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri agresi negara Israel yang sedang berlangsung, menghentikan semua pelanggaran dan penyimpangan, dan memaksa penjajah untuk mematuhi ketentuan perjanjian Sharm el-Sheikh."


Qatar dan Mesir, yang bertindak sebagai mediator dan penjamin gencatan senjata Gaza, baru-baru ini mendesak kepada peralihan ke fase selanjutnya dari rencana presiden AS.


Fase kedua menetapkan bahwa Ham45 menyerahkan senjatanya, negara Zionis menarik diri dari posisi mereka saat ini di Gaza, dan otoritas transisi mengambil alih kendali Jalur Gaza, dengan pasukan stabilisasi internasional dikerahkan.


Sumber: Al Jazeera + Agensi


Diterjemahkan dari situs Al Jazeera Net “اجتماع جديد للوسطاء بميامي.. روبيو: اتفاق غزة سيستغرق 3 سنوات” diterbitkan 19/12/2025 diakses 20/12/2025 09:29  https://www.aljazeera.net/news/2025/12/19/%D8%A7%D8%AC%D8%AA%D9%85%D8%A7%D8%B9-%D8%AB%D8%A7%D9%86-%D9%81%D9%8A-%D9%85%D9%8A%D8%A7%D9%85%D9%8A-%D8%B1%D9%88%D8%A8%D9%8A%D9%88-%D8%A7%D8%AA%D9%81%D8%A7%D9%82-%D8%BA%D8%B2%D8%A9


Share: