About

Selamat datang di Blog Analis Palestina yang mengkhususkan diri pada opini, penerjemahan informasi dan analisa terkini terkait perkembangan yang terjadi di Palestina dan sekitarnya. Email: sccholid@gmail.com

Selasa, 17 Februari 2026

Pimpinan Ham4s: Kami Menolak Batas Waktu Penyerahan Senjata yang Ditetapkan negara Zionis; Konfrontasi Tetap Terbuka

17 Februari 2026 - Terakhir diperbarui: 00:06 (Waktu Mekah)

Pemimpin Ham4s, Mahmoud Mardawi, menegaskan penolakan total gerakan tersebut terhadap batas waktu yang disebutkan oleh media negara Zionis, yang memberi Ham4s waktu 60 hari untuk menyerahkan semua senjatanya, termasuk senjata api pribadi.


Dalam pernyataannya kepada program "Al-Masaiya" Al Jazeera Mubasher, Mardawi mengatakan bahwa gerakan tersebut belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak manapun mengenai keputusan ini. Ia menekankan bahwa pernyataan yang dibuat oleh Perdana Menteri negara Zionis Benjamin Netanyahu—buron Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang di Gaza—dan media hanyalah ancaman tanpa dasar dalam negosiasi yang sedang berlangsung.


Mardawi menambahkan bahwa negara Zionis, melalui kebijakannya di Tepi Barat dan Al-Quds, sedang melancarkan perang agama, bukan hanya penjajah militer. Ia menyebutkan penguasaan situs-situs keagamaan seperti Makam Rachel dan Masjid Ibrahimi, serta operasi penggusuran dan aneksasi yang bertujuan untuk men-Yahudikan Al-Quds.


Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah ini bertujuan untuk memaksa rakyat Palestina untuk berhijrah, tetapi mereka tidak akan mencapai tujuan mereka. Ia menekankan bahwa rakyat Palestina akan tetap teguh di tanah mereka meskipun pengepungan dan pembunuhan terus berlanjut di Gaza dan Tepi Barat.



Dialog Antar Faksi Palestina


Menanggapi pertanyaan tentang ancaman negara Zionis untuk menggunakan kekerasan setelah batas waktu berakhir, Mardawi menegaskan bahwa ancaman apa pun akan memiliki dampak serius bagi kawasan tersebut, menekankan bahwa rakyat 

Palestina tidak akan menyerah.


Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengusir rakyat Palestina ke negara-negara tetangga seperti Yordania, tetapi tidak akan berhasil karena rakyat Palestina tetap teguh di atas tanah air, kampung halaman, dan desa-desa mereka, dan akan terus melawan dan mempertahankan situs-situs suci mereka.


Pemimpin Ham4s menegaskan bahwa dialog sedang berlangsung di antara faksi-faksi Palestina, termasuk Otoritas Palestina dan Fatah, untuk mencapai posisi Palestina yang bersatu mengenai Yahudisasi dan perampasan tanah yang terjadi di Tepi Barat. Ia menekankan bahwa kurangnya persatuan nasional akan membahayakan perjuangan Palestina.


Ia menjelaskan bahwa sikap negara-negara Arab dan Islam yang bersatu sangat penting demi menghadapi kebijakan negara Zionis ini dan melindungi tanah dan tempat-tempat suci


Mardawi menyimpulkan dengan mengatakan bahwa rakyat Palestina siap menghadapi ancaman apa pun, dan bahwa membela Palestina dan tempat-tempat sucinya adalah tanggung jawab bersama yang diemban oleh dunia Arab dan Islam. Ia menekankan bahwa setiap upaya perdamaian parsial atau konsesi teritorial tidak akan berhasil, dan bahwa rakyat Palestina akan tetap teguh dan gigih dalam perjuangan mereka untuk membela tanah air mereka hingga nafas terakhir.


Sumber: Al Jazeera Mubasher


—----

Diterjemahkan dari situs Al Jazeera Net “قيادي في حماس: نرفض مهلة إسرائيل لتسليم السلاح والمواجهة مفتوحة”  terbit 17 Februari 2026 diakses 17 Februari 2026 06:04 WIB https://www.aljazeera.net/politics/2026/2/17/%D9%82%D9%8A%D8%A7%D8%AF%D9%8A-%D9%81%D9%8A-%D8%AD%D9%85%D8%A7%D8%B3-%D9%86%D8%B1%D9%81%D8%B6-%D9%85%D9%87%D9%84%D8%A9-%D8%A5%D8%B3%D8%B1%D8%A7%D8%A6%D9%8A%D9%84-%D9%84%D8%AA%D8%B3%D9%84%D9%8A%D9%85


Share: