London - Quds Press | 24 Desember 2025 11:19.
Jurnal Inggris "Conflict and Terrorism Studies" menerbitkan sebuah studi oleh peneliti Omar Ashour yang meneliti bagaimana Ham45 berperang dan alasan yang memungkinkan mereka mempertahankan efektivitas tempur selama lebih dari lima belas bulan di Gaza, meskipun terdapat kesenjangan signifikan dalam kemampuan militer dan teknologi dibandingkan dengan negara Zionis
Studi tersebut, yang diterbitkan hari Rabu (24/12) oleh platform EcoReport dalam terjemahan bahasa Arab, menunjukkan bahwa gerakan tersebut, khususnya Brigade Izz ad-Din al-Qa55am, mengadopsi sistem pertahanan kompleks yang menggabungkan perang konvensional terbatas, taktik perang urban, operasi bawah tanah, dan operasi media. Hal ini telah memperlambat laju pasukan negara Zionis dan mengubah superioritas militer mereka menjadi perang atrisi yang berkepanjangan bukan malah meraih kemenangan cepat.
Studi ini menjelaskan bahwa sistem ini didasarkan pada tujuh pilar yang saling terkait, termasuk melakukan operasi di berbagai domain, menggabungkan berbagai senjata di tingkat unit kecil, secara simultan beralih antara perang konvensional, perang gerilya, dan taktik serang-dan-lari, memanfaatkan lingkungan perkotaan baik di atas maupun di bawah tanah, memprioritaskan unit infanteri ringan dan alat peledak improvisasi (IED), mengaktifkan dukungan dari sekutu regional dan non-negara, dan melakukan kampanye media dan informasi yang intensif.
Studi ini berpendapat bahwa jaringan terowongan di Jalur Gaza memberi Ham45 kedalaman strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam area geografis yang sempit, memungkinkan pergerakan rahasia, penyergapan dari titik masuk yang tidak terduga, dan kontinuitas komando, kendali, dan jalur pasokan. Hal ini menyulitkan tentara negara Zionis untuk menyatakan area tersebut secara definitif "aman."
Studi ini mencatat bahwa ciri taktis yang paling menonjol di lapangan adalah ketergantungan gerakan tersebut pada tim kecil yang terdiri dari tiga hingga lima pejuang, menggunakan senjata anti-tank, penembak jitu, mortir, dan IED untuk menghambat kemajuan dan meningkatkan biaya penguasaan wilayah, tanpa mencari kemenangan medan perang yang menentukan.
Studi ini menyimpulkan bahwa strategi "pertahanan hibrida" tidak meniadakan superioritas militer negara Zionis atau mengubah keseimbangan kerugian, tetapi memungkinkan Ham45 untuk memperlambat operasi dan meningkatkan biaya kemenangan yang menentukan dengan mengubah konfrontasi menjadi konflik yang berkepanjangan. Studi ini berpendapat bahwa pendekatan ini terkait dengan redefinisi konsep "kemenangan" oleh gerakan tersebut, dimana menunda kekalahan dan melanjutkan pertempuran menjadi tujuan strategis tersendiri, yang didukung oleh operasi media dan organisasi yang mempertahankan kohesi internal dan pengaruh politik.
Metodologi peneliti bergantung pada analisis materi dari 1.331 pernyataan operasional yang disandarkan kepada Brigade Izz ad-Din al-Qa55am antara Oktober 2023 dan Oktober 2024, bersama dengan perbandingan dengan data sumber-sumber terbuka. Penelitian ini menjelaskan bahwa sifat pernyataan militer dan propaganda membatasi verifikasi lengkap angka dan perkiraan korban.
Diterjemahkan dari situs Quds Press “دراسة: تكتيكات "حماس" الميدانية تعيد تعريف مفهوم النصر في الحروب غير المتكافئة” terbit 24/12/2025, diakses 28 Desember 2025 17:08 https://qudspress.com/238172/
0 komentar:
Posting Komentar