14 Desember 2025 Terakhir diperbarui: 01:32 (Waktu Mekah)
Surat kabar negara Zionis Yediot Aharonot melaporkan bahwa negara Zionis memberitahu Amerika Serikat tentang pembunuhan pemimpin Brigade Al-Qa55am, Raed Saad, hanya 20 menit setelah dilakukan, sehingga berisiko menimbulkan kemarahan Amerika atas potensi dampaknya terhadap gencatan senjata Gaza.
Surat kabar tersebut mengutip sumber-sumber keamanan yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara pembunuhan tersebut dan dugaan pelanggaran gencatan senjata yang dikaitkan dengan Ham45 pada hari Sabtu. Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa ada perbedaan pendapat di dalam lembaga keamanan mengenai pelaksanaan operasi pembunuhannya.
Militer negara Zionis dan dinas keamanan Shin Bet mengumumkan dalam pernyataan bersama pada hari Sabtu bahwa mereka telah menargetkan Raed Saad dalam serangan udara di Jalur Gaza. Mereka menggambarkannya sebagai kepala unit manufaktur Ham45 dan salah satu arsitek serangan 7 Oktober 2013, keduanya mengklaim bahwa mereka telah berhasil melenyapkannya.
Perdana Menteri negara Zionis Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan negara Zionis Katz mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka telah memerintahkan pembunuhan Saad sebagai balasan atas diledakkannya bahan peledak yang menargetkan tentara, yang melukai dua tentara di daerah yang dikuasai militer Zionis di Jalur Gaza selatan.
Pernyataan Netanyahu-Katz menambahkan bahwa Saad sedang berupaya untuk mengatur ulang Ham45 dan merencanakan serangan.
Hamas Mengutuk
Sementara itu, Ham45 mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kejahatan berkelanjutan militer negara Zionis di Jalur Gaza, yang terbaru adalah penargetan kendaraan sipil di sebelah barat Kota Gaza, merupakan "pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata."
Pernyataan itu menambahkan bahwa kejahatan ini menegaskan kembali bahwa penjajah secara sengaja berupaya untuk melemahkan kesepakatan tersebut. Ham45 menganggap otoritas penjajah sepenuhnya bertanggung jawab atas dampak kejahatannya terhadap rakyat Palestina.
Ham45 juga menyerukan kepada para mediator dan negara penjamin kesepakatan untuk memikul tanggung jawab mereka terkait pelanggaran ini dan untuk segera mengambil tindakan untuk menahan otoritas penjajah, yang berupaya melemahkan perjanjian gencatan senjata, menurut pernyataan tersebut.
Fase pertama perjanjian gencatan senjata di Gaza dimulai pada 10 Oktober, setelah dua tahun agresi negara Zionis yang menyebabkan lebih dari 70.000 gugur syahid dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil di wilayah Palestina.
Namun, negara Zionis terus melanggar perjanjian tersebut melalui serangan udara berulang-ulang di Jalur Gaza dan dengan mengubah titik-titik garis penarikan diri yang telah disepakati, yang dikenal sebagai Garis Kuning. Negara Zionis juga terus membatasi pengiriman bantuan kemanusiaan penting kepada warga Gaza.
Sumber Al Jazeera dan media-media negara Zionis.
Diterjemahkan (IC) dari Aljazeera Net, 14/12/2024 “إعلام إسرائيلي يكشف ملابسات استهداف القيادي القسامي رائد سعد” diakses 14/12/2024 07:24 https://www.aljazeera.net/news/2025/12/14/%D8%A5%D8%B9%D9%84%D8%A7%D9%85-%D8%A5%D8%B3%D8%B1%D8%A7%D8%A6%D9%8A%D9%84%D9%8A-%D9%8A%D9%83%D8%B4%D9%81-%D9%85%D9%84%D8%A7%D8%A8%D8%B3%D8%A7%D8%AA-%D8%A7%D8%B3%D8%AA%D9%87%D8%AF%D8%A7%D9%81
0 komentar:
Posting Komentar