About

Selamat datang di Blog Analis Palestina yang mengkhususkan diri pada opini, penerjemahan informasi dan analisa terkini terkait perkembangan yang terjadi di Palestina dan sekitarnya. Email: sccholid@gmail.com

Selasa, 31 Maret 2026

Memahami Jalannya Perang Negara Zionis-Amerika terhadap Iran

 Oleh: Dr. Muhsin Saleh

Sabtu, 28 Maret 2026


Jalannya agresi negara Zionis-Amerika terhadap Iran dan konsekuensinya - dan ringkasan keseluruhan hasilnya, berdasarkan data yang tersedia, cenderung bahwa perang akan berlangsung dalam jangka panjang daripada berakhir dengan cepat. Namun, tujuan sebenarnya Amerika dalam perang dan temperamen politik Presiden Trump memainkan peran penting dalam menentukan durasi panjang pendeknya. Demikian pula, kohesi rezim Iran, ketahanannya, dan kemampuannya untuk melanjutkan perang secara efisien, efektif, dan kekuatan pengaruhnya sangat penting dalam menentukan arah perang.


Faktor-faktor yang mendorong perang berkepanjangan:


1- Kemampuan negara Zionis dan Amerika untuk mencapai tujuan strategis perang mereka, terutama menyerang program nuklir Iran, menerapkan standar mereka, dan melemahkan pengaruh regional Iran serta perannya dalam mendukung poros perlawanan. Sebaliknya, Iran akan menolak untuk mengakhiri perang kecuali musuh-musuhnya dicegah, sistem politiknya dipertahankan, dan mereka menerima jaminan tidak akan diserang di masa depan. Ini berarti perang akan berkepanjangan karena kesenjangan yang signifikan antara kedua belah pihak.


2- Tercapainya efek jera adalah kriteria mendasar bagi pihak-pihak yang bertikai, dan setiap kemunduran atau kegagalan dalam hal ini akan ditafsirkan sebagai kelemahan dan kekalahan. Ini bisa berarti perang akan berlanjut untuk mempertahankan citra, kecuali jika solusi yang bermartabat atau menyelamatkan muka ditemukan untuk semua pihak yang terlibat.


3. Situasi dalam negeri di negara Zionis, Amerika Serikat, dan Iran, serta eksploitasi perang untuk memperkuat "legitimasi" dan menghindari krisis internal, dapat berkontribusi pada perpanjangan perang, kecuali jika tekanan rakyat untuk mengakhirinya meningkat karena biayanya melebihi potensi keuntungannya.


4. Kemungkinan perang meluas secara regional dan global, secara langsung atau tidak langsung, melalui keterlibatan pihak-pihak yang dirugikan atau diuntungkan dari perang, termasuk negara-negara Teluk, Tiongkok, Rusia, dan negara-negara Eropa. Hal ini dapat bertujuan untuk menundukkan Iran, melemahkan Amerika Serikat dan negara Zionis, atau membuka kembali Selat Hormuz untuk memastikan aliran minyak, gas, dan barang, diantar hal lainnya. Hal ini dapat menyebabkan situasi menjadi tidak terkendali, menjadikan perang berkepanjangan sebagai realita.


5. Iran melibatkan perang ini dengan jalur Lebanon dan memasukkan Hizbullah dalam setiap kesepakatan di masa depan, termasuk untuk tidak melucuti senjatanya, pemulangan pengungsi, dan penghentian pelanggaran negara Zionis terhadap wilayah darat dan udara Lebanon. Bertolak belakang dengan desakan negara Zionis-Amerika untuk melucuti senjata Hizbullah dan menetapkan jaminan dan standar keamanan negara Zionis sebagai dasar untuk setiap solusi di masa depan dengan Lebanon. Hal ini dapat memperpanjang perang sebelum mencapai formula yang dapat diterima oleh semua pihak.


Faktor-faktor pendorong pemendekan perang:


1. Meningkatnya biaya sdm, ekonomi, dan militer akibat perang, khususnya bagi Amerika dan negara Zionis.


2. Penutupan Selat Hormuz yang terus berlanjut dan dampaknya yang signifikan terhadap ekonomi global, terutama pasokan minyak dan gas; serta kegagalan Amerika dan sekutunya untuk mengendalikan selat tersebut.


3. Tersingkapnya sistem pertahanan Iron Dome negara Zionis dan menurunnya efektivitas rudal pencegat yang dimiliki negara Zionis dan sistem pertahanan Amerika di kawasan tersebut, yang memberi Iran pengaruh lebih besar untuk menekan Amerika dan negara Zionis agar menurunkan tuntutan mereka.


4. Tekanan internasional untuk mengakhiri perang, khususnya dari Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, dan negara-negara BRICS.


5. Keseimbangan pencegahan, dengan kedua belah pihak mencapai kesimpulan bahwa tidak ada yang dapat mencapai kemenangan yang menentukan atau memaksakan persyaratan mereka.


6. Desakan Iran pada program nuklirnya dan kemajuannya yang dipercepat menuju pencapaian "ambang batas nuklir," yang memberlakukan aturan keterlibatan baru.


7. Penarikan mundur kebijakan Amerika terkait tujuan sebenarnya dari perang, penarikan diri dari ide penjatuhan rezim, dan pendekatan yang lebih pragmatis terhadap program nuklir dan rudal Iran; dan pecah kongsi dengan negara Zionis mengenai kelanjutan perang, atau kelanjutannya sebagai alat sebagai alat untuk mencapai tujuan negara Zionis.


8. Ketahanan dan daya tahan rezim Iran, kemampuannya yang berkelanjutan untuk melakukan serangan terarah terhadap Amerika dan negara Zionis, dan keterbukaan Iran terhadap kesepahaman regional, khususnya dengan negara-negara Teluk, untuk memastikan keamanan dan stabilitas kawasan serta melindungi sumber daya dan kepentingan strategisnya.


9. Keinginan negara-negara di kawasan tersebut, terutama negara-negara Teluk, untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepahaman dengan Iran dalam kerangka kerja Arab-Islam regional, dan tuntutan mereka agar Amerika menghentikan perang dan berhenti menggunakan wilayah darat dan udara mereka dalam konflik tersebut.



Jalur-jalur Potensial:


Menggulingkan rezim di Iran tampaknya tidak realistis atau bukan prospek yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. Terlepas dari propaganda Amerika dan negara Zionis serta klise yang berulang tentang pencapaian kemenangan besar, penilaian realistis menunjukkan kemampuan Iran dalam menata ulang dan mempertahankan kohesi rezimnya. dan menjaga efektivitas militernya.


Lebih lanjut, rezim tersebut masih menikmati dukungan rakyat yang luas, yang berasal dari latar belakang ideologis yang melekat pada sifatnya, serta dari nasionalisme Persia, yang diprovokasi oleh agresi eksternal dan melampaui konflik internal kecil dalam menghadapi konflik yang lebih besar dengan musuh Amerika-negara Zionis—pengalaman sejarah menguatkan hal itu. 


Selain itu, luas wilayah Iran yang sangat besar (1,648 juta kilometer persegi, lebih dari 4.530 kali luas Jalur Gaza), ditambah dengan kesulitan dalam memberlakukan blokade, jelas menunjukkan tantangan besar dalam upaya menundukkan rezim Iran.


Karena baik pihak negara Zionis maupun Amerika menolak untuk keluar sebagai pihak yang kalah atau dengan kegagalan yang jelas, terutama mengingat ideologinya dan pemerintahannya yang nasionalis dan ideologi religius yang ekstrimis, perang dapat terus berlarut-larut kecuali ditemukan jalan keluar yang tepat.


Faktor-faktor yang disebutkan di atas akan berperan dalam memperpanjang atau mempersingkat perang; namun, hasil keseluruhan masih lebih mengarah pada kelanjutan perang atrisi, atau pergeseran ke perang dingin regional, dengan ketegangan yang tetap tinggi dan "ambang ledakan" masih menganga.


Ada faktor-faktor yang dapat mempercepat berakhirnya perang, tetapi secara bersamaan dapat menghasilkan hasil yang berlawanan atau semakin memperumit situasi, seperti penggunaan senjata yang lebih merusak oleh Amerika dan negara Zionis, seperti senjata nuklir taktis, atau deklarasi Iran untuk bergabung dengan "klub nuklir."


Sifat Trump yang mudah berubah-ubah, kepribadiannya yang narsis, keinginannya untuk membuat kesepakatan, dan suasana seputar pemilihan paruh waktu AS akan berperan dalam menentukan tujuan Amerika: apakah mencoba meraih poin dengan membatasi pengaruh Iran, khususnya pada isu nuklir dan rudal serta pengaruh regional, atau terus berupaya menyelesaikan konflik. Namun, data yang tersedia menunjukkan kecenderungan yang lebih besar terhadap tujuan "realistis" yang dapat dicapai melalui negosiasi, setelah secara praktis mengakui ketidakmampuan untuk menggulingkan rezim tersebut. Jika Iran berhasil menunjukkan kinerja militer yang kuat dalam beberapa pekan mendatang, ini akan semakin mendorong Amerika menuju realisme dan pragmatisme yang lebih besar dalam berurusan dengan Iran (Kholid).


—-

Diterjemahkan dari situs Pusat Informasi Palestina “قراءة في المسارات المحتملة للحرب الإسرائيلية الأمريكية على إيران” terbit 28 Maret 2026, diakses 30 Maret 2026 20:00 WIB https://palinfo.com/news/opinion_articles/%d9%82%d8%b1%d8%a7%d8%a1%d8%a9-%d9%81%d9%8a-%d8%a7%d9%84%d9%85%d8%b3%d8%a7%d8%b1%d8%a7%d8%aa-%d8%a7%d9%84%d9%85%d8%ad%d8%aa%d9%85%d9%84%d8%a9-%d9%84%d9%84%d8%ad%d8%b1%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%a5%d8%b3//


Share: