About

Selamat datang di Blog Analis Palestina yang mengkhususkan diri pada opini, penerjemahan informasi dan analisa terkini terkait perkembangan yang terjadi di Palestina dan sekitarnya. Email: sccholid@gmail.com

Senin, 09 Maret 2026

BPS Palestina: Perang Tingkatkan Jumlah Janda, Pengangguran Kaum Perempuan, dan Ancam Sektor Kesehatan Gaza

Ahad, 8 Maret 2026 - Pusat Informasi Palestina

Badan Pusat Statistik (BPS) Palestina mengumumkan persentase kaum perempuan sekitar 49% dari total populasi di Palestina pada akhir tahun 2025, dengan jumlah keseluruhan  kaum perempuan 2,74 juta.


Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Ahad, bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Badan tersebut menjelaskan bahwa jumlah perempuan sekitar 1,69 juta di Tepi Barat dan 1,06 juta di Jalur Gaza, menekankan bahwa kehadiran demografis ini mencerminkan peran penting perempuan dalam masyarakat Palestina.


Data tersebut mengungkapkan bahwa 22.057 perempuan di Jalur Gaza telah kehilangan suami mereka dan menjadi janda sejak pecahnya perang, yang menyebabkan peningkatan persentase rumah tangga yang dikepalai perempuan dari 12% sebelum perang menjadi sekitar 18% selama periode agresi.


Data menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam angkatan kerja Gaza tetap berada di angka 17% pada tahun 2025, sementara partisipasi laki-laki menurun dari 63% menjadi 31%. Tingkat pengangguran di kalangan perempuan mencapai 92%, dibandingkan dengan 81% di kalangan laki-laki.


Di Tepi Barat, partisipasi perempuan dalam angkatan kerja sekitar 19%, dibandingkan dengan 72% untuk laki-laki, sementara tingkat pengangguran di kalangan perempuan mencapai 27%, dibandingkan dengan 28% di kalangan laki-laki.


Laporan tersebut juga menunjukkan peningkatan tingkat pengangguran di kalangan anak muda berusia 19 hingga 29 tahun dengan ijazah diploma atau lebih tinggi, mencapai 79%, dengan 86% untuk perempuan dan 70% untuk laki-laki, yang mencerminkan semakin lebarnya kesenjangan ekonomi antara kedua jenis kelamin.


Di sektor kesehatan, data menunjukkan bahwa sekitar 94% fasilitas kesehatan di Jalur Gaza rusak atau hancur, sementara hampir 37.000 wanita hamil dan menyusui mengalami kekurangan gizi akut antara Oktober 2025 dan Oktober 2026.


Indikator kesehatan juga mencatat peningkatan tajam dalam angka kematian ibu, mencapai 145 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2024, dibandingkan dengan 17,4 kematian pada tahun 2022, menjadi indikator yang mengkhawatirkan betapa buruknya layanan kesehatan.


Data juga menunjukkan bahwa kanker payudara mencapai angkat sekitar 30% dari semua kasus kanker di kalangan wanita di Gaza, dengan angka 29 kasus per 100.000 wanita, di tengah penangguhan layanan deteksi dini dan pengobatan selama lebih dari dua tahun.

Diterjemahkan dari situs Pusat Informasi Palestina, “الإحصاء الفلسطيني: الحرب ترفع عدد الأرامل وتفاقم بطالة النساء وانهيار صحي يهدد أمهات غزة” terbit 8 Maret 2026 diakses 9 Maret 2026 10:59 WIB https://palinfo.com/news/2026/03/08/1102651/


Share:

0 komentar:

Posting Komentar