Sabtu, 21 Februari 2026, 22:30 - Pusat Informasi Palestina
![]() |
| Foto Pusat Informasi Palestina |
Gerakan Perlawanan Islam, Ham4s, menyatakan bahwa pernyataan yang dibuat oleh Duta Besar AS untuk negara Zionis, Mike Huckabee, yang menyatakan dukungannya terhadap “fantasi ekspansionis Zionis” dan kendali atas wilayah tersebut dengan dalih Alkitabiah, mewakili “bias Amerika yang terang-terangan terhadap proyek hegemoni dan aneksasi,” dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Sabtu malam, gerakan tersebut menambahkan bahwa pernyataan ini mengungkapkan “esensi mentalitas kolonial yang menjadi dasar proyek Zionis,” dan mengabaikan kedaulatan negara-negara di kawasan tersebut dan hak-hak rakyatnya.
Ham4s memperingatkan bahwa mempromosikan penjajahan wilayah yang membentang “dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat” merupakan ancaman langsung terhadap keamanan nasional negara-negara Arab dan Islam, dan menegaskan bahwa proyek Zionis “tidak hanya menargetkan Palestina, tetapi juga geografi, identitas, dan stabilitas kawasan.”
Ham4s menegaskan bahwa rakyat Palestina akan terus berpegang teguh pada hak-hak nasional mereka yang tidak dapat dicabut, terutama hak atas tanah mereka, tempat-tempat suci, dan penentuan nasib sendiri, menekankan bahwa pernyataan-pernyataan ini “tidak akan memberikan legitimasi apapun bagi penjajahan” dan tidak akan mengubah “fakta-fakta sejarah dan hukum yang menegaskan ketidakabsahan dan akhirnya berakhirnya penjajahan.”
Ham4s menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Arab dan Islam untuk mengambil “sikap tegas yang melampaui sekadar kecaman,” dan untuk berupaya mengisolasi penjajah dan menghadapi rencana-rencananya. Ham4s juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengutuk retorika ekstremis ini dan mengambil tindakan serius untuk meminta pertanggungjawaban penjajah atas kejahatannya.
Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Amerika Tucker Carlson, yang cuplikannya dipublikasikan di platform Tucker Carlson Network pada hari Jumat, Huckabee mengatakan bahwa ia tidak melihat masalah dengan negara Zionis yang mengambil alih seluruh Timur Tengah.
Pernyataan Huckabee sejalan dengan ambisi ekspansionis yang diumumkan oleh Perdana Menteri negara Zionis Benjamin Netanyahu pada 12 Agustus 2025, dalam wawancara dengan channel berbahasa Ibrani i24NEWS. Menanggapi pertanyaan tentang apakah ia merasa sedang "berada dalam misi atas nama rakyat Yahudi," Netanyahu menyatakan bahwa ia "sangat berkomitmen pada visi negara Zionis Raya."
Visi ini, menurut klaim negara Zionis, mencakup wilayah Palestina yang dijajah dan sebagian negara-negara Arab, membentang dari Efrat hingga Nil, yang memicu kecaman luas.
Pernyataan Huckabee memicu reaksi luas di media sosial, dimana mereka yang berkomentar berpendapat bahwa kata-katanya mencerminkan pengaruh aliran Nasionalisme Kristen yang semakin besar dalam lingkaran pengambilan keputusan Amerika dan memperkuat pendekatan religius terhadap konflik yang mengabaikan hukum internasional dan realitas geopolitik.
–
Diterjemahkan dari situs Pusat Informasi Palestina “حماس: تصريحات هاكابي تجسد العقلية الاستعمارية وتهدّد أمن المنطقة” terbit 21 Februari 2026 diakses 22 Februari 2026 10:30 https://palinfo.com/news/2026/02/21/993702/

0 komentar:
Posting Komentar