28 Januari 2026 - Terakhir diperbarui: 03:20 (Waktu Mekah)
Perdana Menteri negara Zionis Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pemerintahnya tidak akan mengizinkan rekonstruksi Gaza dimulai sebelum perlucutan senjata sepenuhnya dan transformasi Gaza menjadi zona bebas senjata, bebas terowongan.
Dalam pernyataannya pada hari Selasa, Netanyahu menekankan bahwa fase selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata adalah perlucutan senjata Ham4s, dan menegaskan bahwa tidak ada proses rekonstruksi yang akan dimulai sampai tujuan ini tercapai.
Netanyahu, buron Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan termasuk kejahatan perang di Gaza, menjelaskan bahwa pembicaraan tentang peluncuran proses rekonstruksi di Gaza sebelum perlucutan senjata "tidak akan terjadi." Ia menambahkan, "Saya sudah mendengar klaim bahwa Gaza akan diizinkan untuk dibangun kembali sebelum perlucutan senjata. Ini tidak akan terjadi."
Pernyataan Netanyahu muncul setelah militer negara Zionis mengumumkan pemulangan jenazah tawanan negara Zionis terakhir dari Jalur Gaza.
Fase kedua perjanjian gencatan senjata menetapkan perlucutan senjata Ham4s dan faksi-faksi Palestina lainnya, penarikan militer negara Zionis lebih lanjut dari Gaza, dan dimulainya upaya rekonstruksi, yang menurut perkiraan PBB akan menelan biaya sekitar $70 miliar.
Batas Waktu bagi Ham4s
Sementara itu, Channel 12 negara Zionis melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang bersiap untuk mengumumkan batas waktu resmi untuk perlucutan senjata Ham4s dalam beberapa hari mendatang.
Jerusalem Post mengutip pernyataan pejabat AS yang mengatakan bahwa rekonstruksi Gaza tidak akan dimulai sampai Ham4s setuju untuk melucuti senjata, menambahkan bahwa "bola berada di tangan gerakan tersebut."
Menurut dokumen yang dirilis oleh Gedung Putih pekan lalu, rencana Presiden Trump mencakup penghancuran segera senjata berat dan pendaftaran serta penyitaan senjata individu "satu per satu," sementara komite teknokrat yang bertugas mengelola Gaza akan bertanggung jawab atas keamanan.
Trump mengulangi peringatannya kepada Ham4s bahwa mereka akan membayar harga yang mahal jika tidak menyerahkan senjata mereka.
Reuters mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa pelucutan senjata Ham4s dapat disertai dengan beberapa bentuk amnesti untuk anggota gerakan tersebut.
Senjata Merupakan Urusan Dalam Negeri
Sebaliknya, Ham4s menyatakan bahwa senjata mereka digunakan untuk membela diri dari penjajahan, dan bahwa masalah ini adalah masalah dalam negeri Palestina yang tidak tunduk pada perintah dari luar.
Anggota biro politik Ham4s, Husam Badran, menegaskan bahwa gerakan tersebut berkomitmen untuk mengatasi masalah senjata Palestina dalam kerangka prinsip-prinsip nasional dan hukum internasional. Ia menekankan bahwa senjata Palestina adalah hak alami untuk membela diri dan dikelola secara internal sesuai dengan kehendak rakyat Palestina, bukan sebagai tanggapan terhadap tuntutan penjajahan atau tekanan luar.
Dalam konteks ini, Reuters mengutip dua pejabat Ham4s yang mengatakan bahwa Washington dan para mediator belum mengajukan proposal terperinci mengenai mekanisme perlucutan senjata.
Jerusalem Post, mengutip sumber-sumber yang terpercaya, melaporkan bahwa komite teknokrat Palestina di Gaza dijadwalkan untuk memimpin negosiasi mengenai masalah ini.
Ancaman Kembalinya Perang
Sementara itu, pensiunan perwira negara Zionis Amir Avivi mengkonfirmasi bahwa militer sedang bersiap untuk melancarkan serangan terhadap Ham4s jika mereka menolak untuk menyerahkan senjata mereka.
Avivi menjelaskan bahwa tentara negara Zionis sedang mempersiapkan serangan baru terhadap Ham4s jika mereka menolak untuk menyerahkan senjata mereka, dan ini dapat mencakup dimulainya kembali operasi di Kota Gaza, kota terbesar di Jalur Gaza.
Laporan negara Zionis menunjukkan bahwa Kepala Staf telah menyetujui rencana serangan skala besar di daerah-daerah Gaza yang sebelumnya militer belum pernah beroperasi di dalam Gaza, menunggu instruksi dari pimpinan politik.
Lembaga keamanan juga mempertimbangkan tiga opsi: kesepakatan politik yang dimediasi AS untuk membubarkan Ham4s dalam waktu sekitar dua bulan; operasi militer terbatas untuk menekan gerakan tersebut; atau penjajahan penuh Jalur Gaza dan pembentukan pemerintahan militer sementara.
Sumber: Al Jazeera + Kantor-kantor Berita
Diterjemahkan dari situs Al Jazeera Net, “نتنياهو يشترط نزع السلاح لإعمار غزة ومهلة أمريكية منتظرة لحماس” terbit 28 Januari 2026, diakses 28 Februari 2026 08:28 https://www.aljazeera.net/news/2026/1/28/%D9%86%D8%AA%D9%86%D9%8A%D8%A7%D9%87%D9%88-%D9%8A%D8%B4%D8%AA%D8%B1%D8%B7-%D9%86%D8%B2%D8%B9-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%84%D8%A7%D8%AD-%D9%84%D8%A5%D8%B9%D9%85%D8%A7%D8%B1-%D8%BA%D8%B2%D8%A9
0 komentar:
Posting Komentar