New York – Quds Press - 6 Januari 2026 23:34
Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric pada hari Selasa mengkonfirmasi bahwa otoritas penjajah negara Zionis terus menghalangi masuknya peralatan penting ke Jalur Gaza, termasuk peralatan yang berkaitan dengan penyediaan energi dasar.
Selama konferensi pers harian, Dujarric mencatat bahwa mitra-mitra kemanusiaan PBB mampu mengirimkan peralatan komunikasi yang aman yang telah tertahan sejak Agustus 2024, setelah menunggu lama untuk mendapatkan persetujuan negara Zionis yang diperlukan untuk memasuki Jalur Gaza.
Dujarric menjelaskan bahwa tenda tidak dapat menjadi solusi tempat berlindung utama di Gaza, karena hanya memberikan perlindungan sementara, dan menyerukan peralihan cepat menuju solusi yang lebih berkelanjutan, termasuk perbaikan rumah yang rusak.
Ia memperingatkan bahwa lahan yang tersedia untuk relokasi ke daerah yang kurang rawan banjir tidak mencukupi, dan mencatat bahwa lebih dari satu juta orang di Gaza masih sangat membutuhkan bantuan tempat tinggal yang mendesak.
Pernyataan ini muncul di tengah pembatasan negara Zionis yang berkelanjutan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Hal ini telah memperburuk krisis kemanusiaan menyusul kehancuran yang meluas akibat perang, yang menyebabkan peningkatan pengungsian dan lonjakan kebutuhan dasar warga akan tempat tinggal, makanan, listrik, dan air.
Sejak 7 Oktober 2013, pasukan penjajah , dengan dukungan Amerika dan Eropa, telah melakukan genosida di Jalur Gaza, termasuk pembunuhan, kelaparan, penghancuran, pengungsian, dan penangkapan sewenang-wenang, mengabaikan seruan internasional dan perintah dari Mahkamah Internasional untuk menghentikan tindakan mereka.
Genosida ini telah menyebabkan lebih dari 242.000 warga Palestina syahid atau terluka, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, dan lebih dari 11.000 orang dinyatakan hilang. Selain itu, ratusan ribu orang telah mengungsi, dan kelaparan telah merenggut nyawa banyak orang, sebagian besar anak-anak. Lebih lanjut, kehancuran yang meluas telah menghancurkan sebagian besar kota dan permukiman di Jalur Gaza, yang secara efektif menghapusnya dari peta.
Pasukan penjajah negara Zionis terus melanggar gencatan senjata di Jalur Gaza, yang mulai berlaku pada 10 Oktober, melalui pengeboman, penembakan, dan penghancuran rumah-rumah Palestina di Jalur Gaza.
Diterjemahkan dari situs Quds Press “الأمم المتحدة: استمرار عرقلة دخول المعدات الحيوية إلى غزة يزيد الأزمة الإنسانية سوءا “ terbit 7/1/2026, diakses7/1/2026 14:07 https://qudspress.com/241061/