About

Selamat datang di Blog Analis Palestina yang mengkhususkan diri pada opini, penerjemahan informasi dan analisa terkini terkait perkembangan yang terjadi di Palestina dan sekitarnya. Email: sccholid@gmail.com

Rabu, 31 Desember 2025

Abu Umar Suriah: Pendatang yang Memainkan Peran Penting dalam Melatih Brigade Al-Qa55am

 

Al-Issa dianggap sebagai salah satu insinyur militer paling terkemuka yang berkontribusi dalam meletakkan dasar rencana pertahanan di Jalur Gaza (akun Telegram Ham45), foto diambil dari situs Al Jazeera Net


Terakhir diperbarui: 30/12/2025 14.00 (Waktu Mekah)


ia adalah salah satu komandan militer paling terkemuka dalam Brigade Izzuddin Al-Qa55am, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Ham45), dan komandan Departemen Persiapan dan Pelatihan Pusat di Jalur Gaza.


Perjalanan jihadnya membawanya ke berbagai lokasi internasional sebelum ia pindah ke Jalur Gaza pada tahun 2005. Di sana, ia berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur tempur perlawanan Palestina, menjadi salah satu pendiri utama sistem pelatihan militer dan komandan pasukan pertahanan udara di Jalur Gaza. Ia juga merupakan salah satu arsitek Operasi Tufan Al-Aqsa, yang diluncurkan oleh perlawanan Palestina pada tahun 2003. Militer penjajah negara Zionis mengumumkan pembunuhannya pada Juni 2005.



Kelahiran dan Masa Kecilnya


Hakam Al-Issa, yang dikenal sebagai "Abu Umar Suriah," lahir di Kuwait pada tahun 1967 dari keluarga Palestina yang asal usulnya dari desa Ramin di distrik Tulkarm di barat laut Tepi Barat. Ia mengenyam pendidikan dasar di beberapa sekolah pinggiran kota Abdullah al-Salem dan Adailiya di Kota Kuwait.


Ia menyelesaikan kuliahnya di Bhopal, Madhya Pradesh, India. Dari sana, perjalanan perlawanannya dimulai, diawali dengan pelatihan militer di Khuzestan, Iran, dan berlanjut ke Chechnya, Suriah, dan Lebanon, sebelum ia meninggalkan rumahnya di Suriah dan pindah ke Jalur Gaza setelah penarikan diri negara Zionis pada tahun 2005.



Pengalamannya dalam Perjuangan


Al-Issa memulai perjalanannya dengan Brigade Izzuddin Al-Qa55am di Gaza di beberapa lokasi pelatihan. Ia memainkan peran penting dalam mendirikan akademi militer, yang membuatnya mendapat julukan "Abu al-Mawaqe'" di antara para pejuang. Dia meninggalkan jejak yang jelas dalam operasi militer, berpindah-pindah di antara berbagai posisi kepemimpinan hingga akhirnya menjadi anggota Dewan Militer Tertinggi Brigade Al-Qa55am.





Abu Umar Suriah dikenal karena kerendahan hati dan gaya hidupnya yang sederhana, mengingat situasi keamanan yang sensitif. Ia jarang tampil di depan umum dan tidak muncul di media, lebih memilih beroperasi dengan nama samaran. Ia dikenal dengan beberapa nama samaran tanpa mengungkapkan identitasnya, termasuk Abu Mahmoud, Abu Imad, dan Abu Umar.


Sumber-sumber di dalam Brigade Qa55am menggambarkannya sebagai sosok yang memiliki pengetahuan luas dan kecerdasan militer yang mendalam. Sejak saat ia memasuki Jalur Gaza, ia menjadi pusat perhatian panglima tertinggi Brigade Al-Qa55am, Mohammed Deif, dan anggota dewan militer, yang memutuskan untuk memanfaatkan keahliannya untuk mengembangkan keterampilan khusus di semua aspek operasi militer.


Ia memberikan kontribusi signifikan terhadap lompatan kualitatif dan kemajuan besar dalam pengembangan operasi militer, bekerja bersama dengan talenta yang tersedia di Jalur Gaza, khususnya dalam perencanaan, pelatihan, pengembangan, dan pendirian akademi militer.



Tugas dan Tanggung Jawab


Staf Umum Brigade Izzuddin Al-Qa55am mempercayakan beberapa tanggung jawab penting kepadanya, terutama:

  • Memimpin Departemen Persiapan dan Pelatihan Pusat di seluruh Jalur Gaza.

  • Membangun dan memimpin unit pertahanan udara di Jalur Gaza.

  • Memimpin spesialisasi militer pusat (senjata).

  • Menjadi anggota Komite Pusat untuk Rencana Pertahanan dan Konfrontasi.


Setelah perang negara Zionis di Jalur Gaza pada musim panas 2014, Abu Umar Suriah bertugas memegang cabang Intelijen dan Operasi, kemudian diangkat sebagai komandan cabang Pelatihan di Brigade Izzuddin Al-Qa55am, dan anggota kunci Dewan Militer Umum untuk Staf Umum.


Al-Issa diakui sebagai pelopor metodologi kepemimpinan profesional yang canggih untuk pengambilan keputusan militer, yang secara signifikan meningkatkan tingkat kesiapan defensif dan ofensif. Ia berpartisipasi dalam penyusunan rencana pertahanan pusat dan ofensif untuk semua perang sebelum operasi "Saif Al-Quds" pada tahun 2021, secara pribadi mengawasi pelatihan dan pengembangan keterampilan dan karakter para pemimpin pelatihan dan tim pelatihan regional, serta memberikan kontribusi teknis pada pengembangan artileri, teknik, pertahanan udara, lapis baja, penembak jitu, dan senjata lainnya.




Ia adalah salah satu insinyur militer paling terkemuka yang berkontribusi dalam meletakkan dasar bagi rencana pertahanan di Jalur Gaza. Ia juga memainkan peran utama dalam perencanaan dan partisipasi dalam beberapa operasi ofensif besar, terutama Operasi Tufan Al-Aqsa, yang diluncurkan oleh perlawanan Palestina pada 7 Oktober 2023.



Kesyahidannya


Sepanjang serangan darat negara Zionis di Gaza, Abu Umar Suriah menghadapi penjajah dan menyusun rencana lapangan untuk menyergap tentara penjajah. Ia dan keluarganya bertahan menghadapi pengepungan berat dan kelaparan mematikan di Jalur Gaza utara hingga ia gugur sebagai syahid pada usia 58 tahun, bersama istri dan cucunya, dalam serangan udara negara Zionis di desa Sabra, Kota Gaza, pada Sabtu malam, 28 Juni 2025.


Pada tanggal 29 Desember 2025, Brigade Izzuddin Al-Qa55am menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya beberapa pemimpin militernya, termasuk "komandan besar Hakam Al-Issa Abu Umar, pendatang mujahid yang berdedikasi dan setia, pemimpin shaleh yang rendah hati di tengah saudara-saudaranya, teguh dan berani di medan perang, yang berkelana di seluruh negeri membawa panji jihad di Palestina, dan dikenal di Lebanon, Suriah, dan banyak negara lain, sebelum akhirnya menetap di tanah Gaza."


Dalam pernyataan yang sama, Al-Qa55am melalui juru bicara barunya Abu Ubaida, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para komandan berikut: Muhammad Shabana (Abu Anas), komandan Brigade Rafah; Raed Saad (Abu Muadz), komandan unit manufaktur militer; dan Muhammad Sinwar, kepala staf Brigade Izzuddin Al-Qa55am. Mereka juga mengumumkan syahidnya juru bicara mereka sebelumnya, Abu Ubaida Hudhaifa al-Kahlout.


Sumber: surat kabar Palestina + kantor berita Anadolu


Sumber situs Al Jazeera Net أبو عمر السوري.. المهاجر صاحب الدور البارز في تدريب القسام30/12/2025, diakses 31/12/2025 11:50 WIB https://www.aljazeera.net/encyclopedia/2025/6/29/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%8A%D8%B3%D9%89-%D8%A3%D8%A8%D9%88-%D8%B9%D9%85%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%88%D8%B1%D9%8A-%D8%A3%D8%AD%D8%AF-%D9%82%D8%A7%D8%AF%D8%A9


Share:

Senin, 29 Desember 2025

Brigade Al-Qa55am Berdukacita atas Gugurnya Abu Ubaida, Sinwar, dan Pemimpin Terkemuka Lainnya

Terakhir diperbarui: 17:17 (Waktu Mekah)

Brigade Izz ad-Din al-Qa55am, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Ham45), berduka cita atas gugurnya sejumlah pemimpin terkemuka mereka yang syahid dalam serangan udara negara Zionis selama perang negara Zionis di Gaza.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara baru Brigade al-Qa55am, Brigade tersebut berduka atas gugurnya para pemimpinnya: Muhammad Sinwar (Abu Ibrahim), Kepala Staf Brigade Izz ad-Din al-Qa55am; Muhammad Shabana (Abu Anas), komandan Brigade Rafah di Brigade al-Qa55am; komandan senior Hakam al-Issa (Abu Omar); Raed Saad (Abu Muadh), kepala unit manufaktur di Brigade al-Qa55am; dan juru bicara Brigade al-Qa55am (Abu Ubaida).

Sumber: Al Jazeera

Diterjemahkan dari situs Al Jazeera Net “القسام تزف أبو عبيدة والسنوار وقادة بارزين” terbit 29/12/2025 diakses  29/12/2025 21:33 WIB https://www.aljazeera.net/news/2025/12/29/%D8%B9%D8%A7%D8%AC%D9%84-%D9%83%D9%84%D9%85%D8%A9-%D9%84%D9%84%D9%86%D8%A7%D8%B7%D9%82-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%B3%D9%83%D8%B1%D9%8A-%D9%84%D9%83%D8%AA%D8%A7%D8%A6%D8%A8-%D8%B9%D8%B2

Share:

Militer Negara Zionis Tandatangani Rencana Kerja Sama Militer dengan Siprus dan Yunani

Senin, 29 Desember 2025, 09:28 - Pusat Informasi Palestina


Militer negara Zionis mengumumkan penandatanganan rencana kerja sama militer trilateral antara Yunani, Siprus, dan negara Zionis pekan lalu.


Dalam pernyataan yang dikeluarkan Ahad malam, militer negara Zionis mengatakan, “Rencana kerja sama militer trilateral antara Yunani, Siprus, dan negara Zionis ditandatangani pekan lalu di Siprus, sebagai tambahan rencana operasional antara militer negara Zionis dan Yunani, dan antara miilter negara Zionis dan Siprus, untuk tahun 2026.”


Ia mengatakan bahwa “delegasi negeri Zionis, yang dipimpin oleh Amit Adler, bertemu di Nicosia dengan rekan-rekan mereka dari Yunani dan Siprus sebagai bagian dari pertemuan gabungan tahunan militer negara Zionis, Yunani, dan Siprus.”


Menurut pernyataan tersebut, “rencana tersebut antara lain mencakup manuver dan latihan bersama, kelompok kerja di berbagai bidang, dan dialog militer strategis tentang isu-isu kepentingan bersama.”


Militer negara Zionis Israel menganggap bahwa “penandatanganan rencana ini merupakan langkah lain menuju pendalaman kerja sama militer antara negara-negara tersebut dan berkontribusi pada penguatan stabilitas, keamanan, dan perdamaian di kawasan Mediterania Timur.”


Pada tanggal 22 bulan ini, pimpinan pemerintah negara penjajah, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa negara Zionis, Yunani, dan Siprus telah sepakat untuk memperluas kerja sama militer dan keamanan mereka, dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada pihak-pihak regional, terutama Turki, tanpa menyebutkan namanya secara langsung.


Diterjemahkan dari situs Pusat Informasi Palestina “جيش الاحتلال يوقع خطة تعاون عسكري مع قبرص واليونان” diakses 29/12/2025 17:17 WIB https://palinfo.com/news/2025/12/29/987173/


Share:

Minggu, 28 Desember 2025

Studi: Taktik Lapangan Ham45 Mendefinisikan Ulang Arti Kemenangan dalam Perang Asimetris

London - Quds Press | 24 Desember 2025 11:19.

Jurnal Inggris "Conflict and Terrorism Studies" menerbitkan sebuah studi oleh peneliti Omar Ashour yang meneliti bagaimana Ham45 berperang dan alasan yang memungkinkan mereka mempertahankan efektivitas tempur selama lebih dari lima belas bulan di Gaza, meskipun terdapat kesenjangan signifikan dalam kemampuan militer dan teknologi dibandingkan dengan negara Zionis

Studi tersebut, yang diterbitkan hari  Rabu (24/12) oleh platform EcoReport dalam terjemahan bahasa Arab, menunjukkan bahwa gerakan tersebut, khususnya Brigade Izz ad-Din al-Qa55am, mengadopsi sistem pertahanan kompleks yang menggabungkan perang konvensional terbatas, taktik perang urban, operasi bawah tanah, dan operasi media. Hal ini telah memperlambat laju pasukan negara Zionis dan mengubah superioritas militer mereka menjadi perang atrisi yang berkepanjangan bukan malah meraih kemenangan cepat.

Studi ini menjelaskan bahwa sistem ini didasarkan pada tujuh pilar yang saling terkait, termasuk melakukan operasi di berbagai domain, menggabungkan berbagai senjata di tingkat unit kecil, secara simultan beralih antara perang konvensional, perang gerilya, dan taktik serang-dan-lari, memanfaatkan lingkungan perkotaan baik di atas maupun di bawah tanah, memprioritaskan unit infanteri ringan dan alat peledak improvisasi (IED), mengaktifkan dukungan dari sekutu regional dan non-negara, dan melakukan kampanye media dan informasi yang intensif.

Studi ini berpendapat bahwa jaringan terowongan di Jalur Gaza memberi Ham45 kedalaman strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam area geografis yang sempit, memungkinkan pergerakan rahasia, penyergapan dari titik masuk yang tidak terduga, dan kontinuitas komando, kendali, dan jalur pasokan. Hal ini menyulitkan tentara negara Zionis untuk menyatakan area tersebut secara definitif "aman."

Studi ini mencatat bahwa ciri taktis yang paling menonjol di lapangan adalah ketergantungan gerakan tersebut pada tim kecil yang terdiri dari tiga hingga lima pejuang, menggunakan senjata anti-tank, penembak jitu, mortir, dan IED untuk menghambat kemajuan dan meningkatkan biaya penguasaan wilayah, tanpa mencari kemenangan medan perang yang menentukan.

Studi ini menyimpulkan bahwa strategi "pertahanan hibrida" tidak meniadakan superioritas militer negara Zionis atau mengubah keseimbangan kerugian, tetapi memungkinkan Ham45 untuk memperlambat operasi dan meningkatkan biaya kemenangan yang menentukan dengan mengubah konfrontasi menjadi konflik yang berkepanjangan. Studi ini berpendapat bahwa pendekatan ini terkait dengan redefinisi konsep "kemenangan" oleh gerakan tersebut, dimana menunda kekalahan dan melanjutkan pertempuran menjadi tujuan strategis tersendiri, yang didukung oleh operasi media dan organisasi yang mempertahankan kohesi internal dan pengaruh politik.

Metodologi peneliti bergantung pada analisis materi dari 1.331 pernyataan operasional yang disandarkan kepada Brigade Izz ad-Din al-Qa55am antara Oktober 2023 dan Oktober 2024, bersama dengan perbandingan dengan data sumber-sumber terbuka. Penelitian ini menjelaskan bahwa sifat pernyataan militer dan propaganda membatasi verifikasi lengkap angka dan perkiraan korban.

Diterjemahkan dari situs Quds Press “دراسة: تكتيكات "حماس" الميدانية تعيد تعريف مفهوم النصر في الحروب غير المتكافئة” terbit 24/12/2025, diakses 28 Desember 2025 17:08 https://qudspress.com/238172/


Share:

Apa Kepentingan Negara Zionis Akui Somaliland?

27 Desember 2025 - Terakhir diperbarui: 22:33 (Waktu Mekah)


Sejak pengakuan resmi negara Israel terhadap Somaliland, banyak interpretasi dan analisis muncul mengenai tujuan langkah ini dan hubungannya dengan perhitungan dan agenda Perdana Menteri negara Zionis Benjamin Netanyahu, khususnya di Tanduk Afrika.


Netanyahu mengumumkan kemarin, Jumat, pengakuan resmi "Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat," dengan menempatkan keputusan tersebut dalam konteks "Perjanjian Abraham." Namun, kepresidenan Somalia menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Somalia.


Para analis menjelaskan bahwa langkah negara Zionis ini terkait dengan strategi jangka panjang. Negara Zionis telah tertarik pada Tanduk Afrika sejak tahun 1950-an dan 60-an. Penulis dan analis politik yang mengkhususkan diri dalam urusan Afrika, Abdelkader Mohamed Ali, menjelaskan dalam program "Beyond the News" (episode yang ditayangkan pada 27 Desember 2025) bahwa negara Zionis menghidupkan kembali strategi ini dalam beberapa tahun terakhir, khususnya antara tahun 2010 dan 2011.


Menurut Mohamed Ali, minat negara Zionis yang diperbarui terhadap Tanduk Afrika berasal dari bangkitnya gerakan perlawanan di Jalur Gaza dan Lebanon selatan, dampak dari Musim Semi Arab, dan munculnya peran Turki di kawasan tersebut.


Alasan lain untuk pengakuan negara Zionis terhadap Somaliland adalah lokasi strategis entitas tersebut, yang menghadap Teluk Aden dan Selat Bab el-Mandeb. Hal ini, tambahnya, akan memungkinkan Tel Aviv untuk memata-matai kelompok Houthi di Yaman dan memantau lalu lintas maritim di daerah tersebut.


Menurut keyakinan negara Zionis, pengakuan Somaliland akan mengisolasi wilayah tersebut dari sekitarnya, secara efektif mengubahnya menjadi kantong negara Zionis, menurut penulis dan analis politik yang mengkhususkan diri dalam urusan Afrika.


Interpretasi keputusan negara Zionis oleh akademisi dan ahli urusan negara Zionis, Dr. Muhannad Mustafa, serupa dengan interpretasi tamu sebelumnya. Ia mengidentifikasi tujuan negara Zionis dalam mengakui Somaliland sebagai upaya untuk mendekatkannya dengan front Houthi, mengendalikan navigasi maritim di Laut Merah, dan melawan pengaruh Turki di Somalia.


Tujuan strategis lain bagi negara Zionis, menurut Mustafa, adalah untuk mengirim pesan bahwa negara Zionis secara aktif membentuk kembali Timur Tengah dan bahwa mereka mengendalikan laju perubahan ini.



Pengusiran Warga Palestina


Mengenai apa yang diinginkan Somaliland sebagai imbalan dari negara Zionis, Dr. Liqa Makki, seorang peneliti senior di Pusat Studi Al Jazeera, mengatakan kepada program "Beyond the News" bahwa hal itu menyangkut keamanan serta bantuan teknologi dan pertanian.


Menurut penulis dan analis politik yang mengkhususkan diri dalam urusan Afrika, Abdul Qadir Muhammad Ali, Somaliland juga menginginkan perlindungan dari negara Zionis dan agar hubungannya dengan negara Zionis berfungsi sebagai pintu gerbang menuju hubungan dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain, yang berarti pengakuan internasional, selain mendapatkan dukungan dari lembaga-lembaga internasional di bidang pinjaman dan investasi.


Di sisi lain, Makki tidak mengesampingkan bahwa keputusan negara Zionis untuk mengakui "Republik Somaliland" terkait dengan upaya negara Zionis untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka, terutama karena wilayah tersebut akan menerima dana sebagai imbalan. Namun, ia percaya ada hambatan yang dapat mencegah pencapaian tujuan ini, terkait dengan warga Palestina sendiri, karena mereka menolak pengusiran, dan juga karena Somaliland bukanlah entitas yang diakui secara internasional.


Associated Press melaporkan pada Maret lalu bahwa Amerika Serikat dan negara Zionis telah menawarkan kepada para pejabat di tiga negara Afrika untuk memindahkan warga Palestina dari Jalur Gaza ke wilayah mereka.


Kantor berita tersebut mengutip beberapa sumber bahwa kontak telah dilakukan dengan para pejabat dari Sudan, Somalia, dan wilayah separatis Somaliland mengenai proposal tersebut. Kantor berita itu mengungkapkan bahwa para pejabat Sudan mengatakan mereka menolak proposal Amerika, sementara para pejabat dari Somalia dan Somaliland menyatakan mereka tidak mengetahui adanya kontak semacam itu.


Somaliland, yang terletak di barat laut Somalia, belum mendapatkan pengakuan resmi sejak mendeklarasikan kemerdekaannya dari Somalia pada tahun 1991. Pemerintah Somalia menolak untuk mengakui wilayah tersebut sebagai negara merdeka, menganggapnya sebagai bagian integral dari Republik Somalia, dan memandang setiap kesepakatan atau interaksi langsung dengannya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan persatuan negara.

Sumber: Al Jazeera

Diterjemahkan dari situs Al Jazeera Net “ما مصلحة إسرائيل من الاعتراف بأرض الصومال؟” terbit 27/12/2025, diakses 28 Desember 2025 16:29 https://www.aljazeera.net/news/2025/12/27/%D9%85%D8%A7-%D9%85%D8%B5%D9%84%D8%AD%D8%A9-%D8%A5%D8%B3%D8%B1%D8%A7%D8%A6%D9%8A%D9%84-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%B9%D8%AA%D8%B1%D8%A7%D9%81-%D8%A8%D8%A3%D8%B1%D8%B6?UTM_Source=pnsOS&UTM_Medium=push&UTM_Campaign=standard


Share: