About

Selamat datang di Blog Analis Palestina yang mengkhususkan diri pada opini, penerjemahan informasi dan analisa terkini terkait perkembangan yang terjadi di Palestina dan sekitarnya. Email: sccholid@gmail.com

Jumat, 16 Januari 2026

Negara Zionis Bunuh Komandan Brigade Al-Quds Ashraf Al-Khatib

16 Januari 2026 - Terakhir diperbarui: 03:14 (Waktu Mekah)

Pasukan penjajah negara Zionis telah membunuh komandan Brigade Al-Quds Ashraf Al-Khatib dan istrinya pada Kamis malam, di tengah eskalasi baru yang mengakibatkan syahidnya 11 warga Palestina di Jalur Gaza.


Sumber-sumber Palestina mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa komandan Brigade Al-Quds Ashraf Al-Khatib dibunuh dalam serangan udara negara Zionis atas sebuah rumah di kamp pengungsi Nuseirat.


Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa jenazah Ashraf Al-Khatib dan istrinya tiba di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa setelah serangan udara negara Zionis, sementara satu orang lainnya yang terluka kemudian meninggal karena luka-lukanya.


Ini terjadi beberapa jam setelah pembunuhan komandan Ham45 Mohammed al-Hawli dan tiga anggota keluarganya lainnya dalam serangan udara negara Zionis di Deir al-Balah di Gaza tengah.


Dinas Pertahanan Sipil mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tim mereka menemukan jenazah empat martir setelah serangan Israel terhadap rumah keluarga al-Hawli di Deir al-Balah.


Sumber-sumber di rumah sakit Gaza melaporkan bahwa 11 warga Palestina telah syahid dalam serangan udara negara Zionis di berbagai wilayah Jalur Gaza sejak Kamis pagi.


Dalam serangan terbaru, militer negara Zionis membunuh membunuh seorang warga Palestina dan melukai satu lainnya dalam pemboman yang menargetkan pos keamanan polisi yang baru didirikan di dekat persimpangan Nabulsi di sebelah barat Kota Gaza, menurut sumber medis yang berbicara kepada Anadolu Agency.


Sumber-sumber menjelaskan bahwa sejumlah besar korban luka dilaporkan di tiba di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di kota tersebut setelah pemboman rumah itu.


Daerah yang menjadi sasaran militer Zionis berada di luar kekuasaan pihak Zionis, menurut perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober lalu, menurut seorang koresponden Anadolu Agency.


Militer negara Zionis terus mengendalikan jalur selatan dan timur Jalur Gaza, serta sebagian besar Gaza utara, melanjutkan penjajahan mereka atas sekitar 50% wilayah Jalur Gaza.


Sejak perjanjian gencatan senjata berlaku, negara Zionis telah membunuh 451 warga Palestina dan melukai 1.251 lainnya. Mereka juga telah membatasi secara ketat masuknya makanan, perlengkapan medis, dan bahan-bahan untuk tempat tinggal ke Gaza, tempat sekitar 2,4 juta warga Palestina hidup dalam kondisi yang sangat buruk, menurut Kantor Media Pemerintah.


Korban serangan negara Zionis di Gaza—yang telah berlangsung selama dua tahun sejak 7 Oktober 2013—telah melampaui 71.000 orang syahid dan 171.000 warga Palestina yang terluka, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Bencana tersebut juga menyebabkan 90% infrastruktur sipil hancur, dengan PBB memperkirakan biaya rekonstruksi sekitar 70 miliar dolar AS.


Sumber: Al Jazeera


Diterjemahkan dari situs Al Jazeera Net “إسرائيل تغتال القيادي بسرايا القدس أشرف الخطيب” terbit 16Januari 2026 diakses 16 Januari 2026 11:17  https://www.aljazeera.net/news/2026/1/16/%D8%B9%D8%A7%D8%AC%D9%84-%D9%85%D8%B5%D8%A7%D8%AF%D8%B1-%D9%81%D9%84%D8%B3%D8%B7%D9%8A%D9%86%D9%8A%D8%A9-%D9%84%D9%84%D8%AC%D8%B2%D9%8A%D8%B1%D8%A9-%D8%A7%D8%BA%D8%AA%D9%8A%D8%A7%D9%84-2



Share:

Siapakah Mereka yang Menjadi Anggota Komite Nasional Pemerintah Jalur Gaza?

Gaza (Palestina) - Quds Press - 15 Januari 2026 12:25

Semua mata tertuju pada ibu kota Mesir menyusul kedatangan anggota "Komite Nasional Palestina untuk Pemerintahan Jalur Gaza," yang juga dikenal sebagai Pemerintah Teknokrat yang akan mengelola Jalur Gaza selama fase transisi. Ini terjadi setelah selesainya semua pengaturan terkait pekerjaan komite dan pemilihan lima belas anggotanya.


Menurut sumber pers, pertemuan pertama komite akan diadakan di Kedutaan Besar AS di Kairo hari ini, Kamis. Pertemuan tersebut dijadwalkan akan berlangsung dengan calon ketua Komite Eksekutif Dewan Perdamaian, diplomat Bulgaria Nikolay Mladenov.


Media negara Zionis melaporkan bahwa anggota komite meninggalkan Jalur Gaza pada dini hari Kamis melalui gerbang perbatasan Kerem Abu Salem. Dari sana, mereka diantar ke Yordania melintasi Jembatan Raja Hussein sebelum menaiki pesawat pribadi ke Kairo.


Dr. Ali Shaath, seorang ahli rekonstruksi, dipilih untuk memimpin komite administrasi yang akan dibentuk untuk mengelola Jalur Gaza selama fase mendatang. Komite tersebut terdiri dari lima belas anggota sebagai berikut:


  • tidak dicentang

    Ali Shaath: Ketua komite dan bertanggung jawab di bidang energi dan transportasi (sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Transportasi dan kepala Otoritas Kawasan Industri di pemerintahan Otoritas Palestina).


  • tidak dicentang

    A'ed Abu Ramadan: Bertanggung jawab di bidang perdagangan dan ekonomi (Direktur Kamar Dagang Gaza).


  • tidak dicentang

    Omar Shamali: Bertanggung jawab di bidang komunikasi (sebelumnya menjabat sebagai Direktur Otoritas Telekomunikasi Palestina di Gaza).


  • tidak dicentang

    Abdul Karim Ashour: Bertanggung jawab di bidang Pertanian (sebelumnya Direktur Yayasan Bantuan Pertanian).


  • tidak dicentang

    A'ed Yaghi: Bertanggung jawab di bidang Kesehatan (sebelumnya Direktur Lembaga Bantuan Medis).


  • tidak dicentang

    Jabr Al-Da'our: Bertanggung jawab di bidang Pendidikan (sebelumnya Rektor Universitas Palestina).


  • tidak dicentang

    Bashir Al-Rayes: Bertanggung jawab di bidang Keuangan (konsultan teknik dan keuangan).


  • tidak dicentang

    Ali Barhoum: Bertanggung jawab di bidang Air dan Kotamadya (sebelumnya penasihat Kotamadya Rafah).


  • tidak dicentang

    Hanaa Al-Tarzi: Bertanggung jawab di bidang Urusan Sosial dan Urusan Perempuan (pengacara dan aktivis masyarakat).


  • tidak dicentang

    Osama Al-Saadawi: Bertanggung jawab di bidang Otoritas Pertanahan.


  • tidak dicentang

    Adnan Abu Warda: Bertanggung jawab di bidang Kehakiman dan Peradilan.


  • tidak dicentang

    Sami Nasman: Bertanggung jawab di bidang Keamanan.


  • tidak dicentang

    Rami Halas: Bertanggung jawab di bidang Urusan Agama.


  • tidak dicentang

    Husni Al-Mughni: Bidang  Suku.


Pada Rabu malam, utusan AS Steve Wittkopf mengumumkan peluncuran fase kedua dari rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza. Ia mencatat bahwa rencana tersebut "bertujuan untuk beralih dari gencatan senjata ke perlucutan senjata, membentuk pemerintahan teknokrat Palestina, dan memulai proses rekonstruksi."


Wittkopf menjelaskan bahwa fase baru ini menetapkan pembentukan pemerintahan teknokrat transisi di Gaza dengan nama "Komite Nasional Pemerintahan Gaza." Ia menekankan bahwa Amerika Serikat mengharapkan Ham45 untuk sepenuhnya mematuhi komitmennya, termasuk pengembalian jenazah terakhir tawanan negara Zionis.


Dalam konteks ini, Mesir, Qatar, dan Turki mengumumkan dalam pernyataan bersama pada Rabu malam penyelesaian pembentukan komite teknokrat Palestina yang bertugas mengelola Jalur Gaza, yang dipimpin oleh Ali Shaath. Mereka menganggap langkah ini sebagai perkembangan penting yang akan mendukung upaya untuk mengkonsolidasikan stabilitas dan memperbaiki  situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.


—-------------

Diterjemahkan dari situs Quds Press “من هم أعضاء اللجنة الوطنية لإدارة قطاع غزة؟” terbit 15 Januari 2026, diakses 16 Januari 2026 09:58 WIB https://qudspress.com/242757/


Share:

Rabu, 14 Januari 2026

Negara mana saja yang membuat kesepakatan terbesar dengan negara Zionis pada tahun 2025?

Negara Zionis menandatangani beberapa kesepakatan gas, teknologi, dan militer senilai miliaran dolar yang memecahkan rekor dengan mitra dagangnya tahun lalu.

—-


Negara Zionis menandatangani sejumlah kesepakatan gas, teknologi, dan militer senilai miliaran dolar yang memecahkan rekor pada tahun 2025.


Salah satu kesepakatan paling menonjol terjadi pada bulan Desember ketika Perdana Menteri Netanyahu menyetujui kesepakatan energi terbesar dalam sejarah negara Zionis. Kontrak tersebut akan memasok Mesir dengan gas senilai hingga $35 miliar hingga tahun 2040 dari ladang Leviathan, yang semakin memperdalam ketergantungan energi negara Afrika Utara tersebut pada negara Zionis di tengah krisis energi yang sedang berlangsung.


Mesir, yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara Zionis pada tahun 1979, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan pengaturan "murni komersial" dan tidak ada "dimensi politik", terutama di tengah meningkatnya kemarahan publik atas genosida yang dilakukan negara Zionis di Gaza.


Negara Zionis juga telah menandatangani beberapa kesepakatan bernilai miliaran dolar yang memecahkan rekor di sektor teknologi dan militer pada tahun 2025, sebagian besar diuntungkan dari penjualan peralatan militer dan pengawasan yang telah "teruji di medan perang" di Palestina dan di seluruh kawasan tersebut.


Raksasa teknologi AS, Google (Alphabet), sedang menyelesaikan akuisisi perusahaan keamanan siber Wiz senilai $32 miliar, sementara Nvidia telah berkomitmen $1,5 miliar untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) terbesar di negara Zionis, yang terletak sekitar 30 km (19 mil) dari Haifa.


Di Eropa, kesepakatan Arrow 3 negara Zionis senilai $6,5 miliar dengan Jerman menampilkan sistem pertahanan canggih untuk mencegat rudal balistik jarak jauh, menjadikannya ekspor militer terbesar dalam sejarah negara Zionis.


Dalam laporan ini, Al Jazeera mengupas beberapa kesepakatan terbesar yang diumumkan secara publik yang ditandatangani dengan negara Zionis pada tahun 2025.

Beberapa kesepakatan publik terbesar yang ditandatangani dengan negara Zionis pada tahun 2025 meliputi:

  • Kesepakatan senilai $35 miliar dengan perusahaan energi Mesir: Perjanjian jangka panjang untuk ekspor 130 miliar meter kubik gas alam yang terkait dengan ladang Leviathan akan berlangsung dari tahun 2026 hingga 2040. Ini adalah kesepakatan publik terbesar yang ditandatangani negara Zionis pada tahun 2025.

  • Kesepakatan senilai $32 miliar dengan Alphabet: Perusahaan induk Google, Alphabet, mengakuisisi perusahaan keamanan siber negara Zionis, Wiz, yang menandai salah satu kesepakatan teknologi terbesar dalam sejarah negara Zionis. Akuisisi ini saat ini sedang menunggu keputusan antimonopoli akhir dari Komisi Eropa, yang dijadwalkan paling lambat 10 Februari 2026.

  • Kesepakatan senilai $25 miliar dengan Palo Alto Networks: Palo Alto Networks mengumumkan akuisisi CyberArk, sebuah perusahaan keamanan siber negara Zionis. Kesepakatan ini kemungkinan akan diselesaikan pada paruh kedua tahun 2026, menunggu persetujuan para pemegang saham dan pemegang regulasi.

  • Kesepakatan senilai $3,1 miliar dengan Jerman: Pada bulan Desember, Jerman menyetujui perluasan substansial senilai $3,1 miliar untuk kontrak pertahanan rudal Arrow 3 yang sudah ada, sehingga total kesepakatan menjadi $6,5 miliar dan menjadikannya perjanjian ekspor militer terbesar negara Zionis

  • Kesepakatan senilai $3 miliar dengan Xero: Pada akhir tahun 2025, Xero, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Selandia Baru yang mengkhususkan diri dalam perangkat lunak akuntansi berbasis cloud, mengakuisisi perusahaan fintech negara Zionis, Melio, menjadikannya akuisisi keluar (outbond acquisition)  terbesar di Selandia Baru.

  • Kesepakatan $2,6 miliar dengan Munich Re: Pada bulan Maret, Munich Re, sebuah perusahaan asuransi multinasional Jerman, mengakuisisi Next Insurance yang didirikan di negara Zionis.

  • Kesepakatan $1,5 miliar dengan Nvidia: Pada Desember 2025, Nvidia mengkonfirmasi investasi sebesar $1,5 miliar untuk membangun pusat data AI besar-besaran di zona industri Mevo Carmel di selatan Haifa. Fasilitas ini dirancang untuk menampung prosesor AI Blackwell generasi berikutnya dari Nvidia dan akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan terbesar Nvidia di luar Amerika Serikat.


Mitra Dagang Utama Negara Zionis


Data perdagangan dalam jangka waktu yang lebih panjang memberikan konteks penting mengapa negara-negara ini berulang kali muncul dalam kesepakatan terbesar negara Zionis. Antara tahun 2019 dan 2023, hubungan perdagangan negara tersebut sangat terkonsentrasi di antara sekelompok kecil mitra, dengan 10 mitra teratas menyumbang lebih dari setengah total perdagangan.


Antara tahun 2019 dan 2023, mitra dagang utama negara Zionis adalah:

  • Amerika Serikat – 18,9 persen dari total perdagangan senilai $140,9 miliar

  • China – 11,6 persen senilai $86,5 miliar

  • Jerman – 5,5 persen senilai $40,9 miliar

  • Turki – 4,8 persen senilai $35,7 miliar

  • Swiss dan Belanda – masing-masing 3,1 persen senilai $23,1 miliar



Apa saja impor dan ekspor utama negara Zionis?


Perdagangan globalnya pada tahun 2024 terdiri dari impor senilai $91,5 miliar dan ekspor senilai $61,7 miliar.


Beberapa impor utama negara Zionis meliputi:

  • Mesin listrik, elektronik, dan peralatan mekanik, senilai sekitar $19 miliar

  • Kendaraan, termasuk mobil, truk, bus, dan pesawat terbang, senilai sekitar $10 miliar

  • Produk kimia, termasuk farmasi, senilai $8 miliar

  • Produk mineral, termasuk minyak bumi, batu bara, dan semen, senilai $7 miliar

  • Permata dan perhiasan, termasuk berlian, senilai $4 miliar

Beberapa ekspor utama negara Zionis meliputi:

  • Mesin listrik, elektronik, dan peralatan mekanik senilai sekitar $18 miliar

  • Produk kimia, termasuk farmasi, senilai $10 miliar

  • Permata dan perhiasan, termasuk berlian yang dipoles, senilai $9 miliar

  • Peralatan optik, teknis, dan medis senilai $7 miliar

  • Produk mineral senilai $5 miliar

Sektor elektronik negara Zionis merupakan mesin penggerak utama ekonomi ekspornya, dipimpin oleh pemain-pemain besar seperti Intel, yang mengoperasikan fasilitas fabrikasi chip skala besar, serta perusahaan-perusahaan seperti Elbit Systems dan Orbotech, yang dikenal karena keahlian mereka dalam elektronik militer dan manufaktur canggih.


Negara Zionis adalah pengekspor farmasi terkemuka, didorong oleh perusahaan-perusahaan seperti Teva Pharmaceuticals, salah satu produsen obat generik terbesar di dunia.


Negara Zionis juga merupakan pemimpin global dalam perdagangan berlian, mengimpor berlian mentah senilai miliaran dolar, yang kemudian dipotong, dipoles, dan diproses di dalam negeri sebelum diekspor.


Diterjemahkan dari situs Al Jazeera Com Explainer: “Which countries made the biggest deals with negara Zionis in 2025?” terbit 13 Januari 2026, diakses 14 Januari 2026 16:52 https://www.aljazeera.com/news/2026/1/13/which-countries-made-the-biggest-deals-with-israel-in-2025



Share:

Selasa, 13 Januari 2026

Pemboman dan Peledakan oleh Negara Zionis Terus Berlanjut Meskipun Gencatan Senjata di Gaza

Selasa, 13 Januari 2026, 09:01 - Pusat Informasi Palestina

Pada Selasa pagi, pasukan penjajah negara Zionis meningkatkan serangan mereka di berbagai wilayah Jalur Gaza, melakukan serangan artileri dan udara serta menghancurkan rumah-rumah warga, yang merupakan pelanggaran lain terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober.


Sebuah sumber lokal melaporkan bahwa artileri negara Zionis menargetkan wilayah tenggara Khan Younis di Jalur Gaza selatan, berbarengan dengan tembakan hebat dari kendaraan militer negara Zionis dan pesawat tempur yang beterbangan.


Sumber tersebut menambahkan bahwa pesawat tempur negara Zionis melakukan serangan udara yang menargetkan wilayah timur Khan Younis, sementara wilayah barat Rafah menjadi sasaran penembakan artileri berulang kali.


Di Jalur Gaza tengah, artileri negara Zionis menembaki wilayah timur kamp pengungsi al-Bureij, sementara Kota Gaza menyaksikan penghancuran yang dilakukan oleh militer negara Zionis yang menargetkan rumah-rumah di bagian tenggara kota.


Serangan-serangan ini terjadi dalam konteks pelanggaran berkelanjutan negara Zionis terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah mengakhiri perang di Jalur Gaza, yang dimulai pada 7 Oktober 2013, dan mengakibatkan syahidnya lebih dari 71.000 warga Palestina dan luka-luka pada lebih dari 171.000 orang, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan kaum wanita. 


Diterjemahkan dari situs Pusat Informasi Palestina “قصف ونسف إسرائيلي متواصل رغم وقف إطلاق النار في غزة” terbit 13 Januari 2026, diakses 13 Januari 2026 17:00 WIB https://palinfo.com/news/2026/01/13/988957/


Share:

7 Wafat akibat Dingin dan Runtuhnya Bangunan di Gaza di Tengah Peringatan Badai Kutub

13 Januari 2026 - Terakhir diperbarui: 10:44  (Waktu Mekah)


Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan wafatnya tiga anak akibat cuaca dingin ekstrim, sehingga jumlah wafat anak sejak awal musim dingin meningkat menjadi tujuh. Sementara itu, juru bicara Pertahanan Sipil Mahmoud Basal memperingatkan konsekuensi bencana badai kutub yang diperkirakan akan dimulai pada hari Selasa, mengancam sekitar 1,5 juta warga Palestina.


Pertahanan Sipil dan Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza juga melaporkan empat kasus wafat akibat runtuh sebagian bangunan yang rusak akibat perang di sebelah barat Kota Gaza, yang disebabkan oleh badai.


Ribuan pengungsi di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah mencari perlindungan di masjid dan bangunan yang sebagian rusak setelah tenda mereka tercabut oleh badai.


Basal mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa cuaca dingin kutub baru sedang melanda Gaza, dan dampaknya akan sangat buruk bagi banyak keluarga. Ia menambahkan bahwa hal itu mengancam nyawa lebih dari 1,5 juta orang yang saat ini tinggal di tenda-tenda dalam kondisi yang mengerikan.


Juru bicara tersebut mengungkapkan kekhawatirannya akan konsekuensi yang diperkirakan akan ditimbulkan oleh depresi tersebut, dengan mengatakan bahwa kondisi cuaca sangat buruk dan hanya akan berujung pada tragedi yang nyata. "Kita mungkin akan melihat korban jiwa, dan kita mungkin akan menyaksikan runtuhnya atau tenggelamnya tenda-tenda para pengungsi," katanya.


Basal mengulangi seruannya kepada komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan untuk "mengakui besarnya bencana dan bertanggung jawab untuk mengakhiri penderitaan dan menyediakan apa yang dibutuhkan warga sipil dengan cara yang menjaga martabat kemanusiaan mereka."


Sementara itu, ahli prakiraan cuaca Palestina Laith Alami menjelaskan bahwa wilayah Palestina akan terpengaruh mulai Senin malam hingga Selasa malam oleh cuaca dingin yang dalam dan berbadai disertai dengan massa udara kutub yang sangat dingin.


Al-Alami memperkirakan akan terjadi cuaca sangat dingin, dan mencatat meningkatnya kecepatan angin yang signifikan, terutama di daerah pesisir.


Ia menambahkan bahwa hujan lebat akan turun di seluruh provinsi, termasuk Jalur Gaza, dan mungkin disertai petir dan hujan es. Ia memperingatkan bahaya angin kencang terhadap tenda-tenda pengungsi.



Pasien Gaza


Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan pada hari Senin bahwa lebih dari 18.500 orang di Jalur Gaza, termasuk 4.000 anak-anak, masih sangat membutuhkan evakuasi kesehatan.


Ghebreyesus menyerukan kepada lebih banyak negara untuk membuka perbatasan mereka bagi pasien dari Gaza dan untuk melanjutkan evakuasi ke Tepi Barat, termasuk Al-Quds Timur.


Ia menjelaskan bahwa organisasinya, selama pekan lalu, mendukung evakuasi alasan kesehatan bagi 18 pasien dan 36 pendamping dari Jalur Gaza ke Yordania untuk menerima perawatan khusus, termasuk perawatan untuk cedera parah, beberapa jenis penyakit, dan kondisi kritis lainnya.


Dengan dukungan Amerika, negara Zionis melancarkan perang genosida selama dua tahun di Gaza pada 7 Oktober 2013, yang mengakibatkan syahid lebih dari 71.000 Palestina dan lebih dari 171.000 luka-luka, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.


Meskipun telah dimulainya fase pertama gencatan senjata berdasarkan rencana Presiden AS Donald Trump, penjajah terus membatasi secara ketat masuknya makanan, obat-obatan, perlengkapan medis, dan bahan-bahan untuk tempat tinggal ke Gaza, tempat sekitar 2,4 juta warga Palestina hidup dalam kondisi yang sangat buruk.


Sumber: Al Jazeera + beberapa kantor berita.


Diterjemahkan dari situs Al Jazeera Net “7 شهداء بالبرد والانهيارات في غزة وسط تحذيرات من المنخفض القطبي” terbit 13 Januari 2026, diakses 13 Januari 2026 15:09 https://www.aljazeera.net/news/2026/1/13/%D8%A7%D9%84%D8%A8%D8%B1%D8%AF-%D9%8A%D9%82%D8%AA%D9%84-%D8%B7%D9%81%D9%84%D9%8A%D9%86-%D9%81%D9%8A-%D8%BA%D8%B2%D8%A9-%D9%88%D8%B3%D8%B7-%D8%AA%D8%AD%D8%B0%D9%8A%D8%B1%D8%A7%D8%AA-%D9%85%D9%86


Share: