13 Januari 2026 - Terakhir diperbarui: 10:44 (Waktu Mekah)
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan wafatnya tiga anak akibat cuaca dingin ekstrim, sehingga jumlah wafat anak sejak awal musim dingin meningkat menjadi tujuh. Sementara itu, juru bicara Pertahanan Sipil Mahmoud Basal memperingatkan konsekuensi bencana badai kutub yang diperkirakan akan dimulai pada hari Selasa, mengancam sekitar 1,5 juta warga Palestina.
Pertahanan Sipil dan Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza juga melaporkan empat kasus wafat akibat runtuh sebagian bangunan yang rusak akibat perang di sebelah barat Kota Gaza, yang disebabkan oleh badai.
Ribuan pengungsi di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah mencari perlindungan di masjid dan bangunan yang sebagian rusak setelah tenda mereka tercabut oleh badai.
Basal mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa cuaca dingin kutub baru sedang melanda Gaza, dan dampaknya akan sangat buruk bagi banyak keluarga. Ia menambahkan bahwa hal itu mengancam nyawa lebih dari 1,5 juta orang yang saat ini tinggal di tenda-tenda dalam kondisi yang mengerikan.
Juru bicara tersebut mengungkapkan kekhawatirannya akan konsekuensi yang diperkirakan akan ditimbulkan oleh depresi tersebut, dengan mengatakan bahwa kondisi cuaca sangat buruk dan hanya akan berujung pada tragedi yang nyata. "Kita mungkin akan melihat korban jiwa, dan kita mungkin akan menyaksikan runtuhnya atau tenggelamnya tenda-tenda para pengungsi," katanya.
Basal mengulangi seruannya kepada komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan untuk "mengakui besarnya bencana dan bertanggung jawab untuk mengakhiri penderitaan dan menyediakan apa yang dibutuhkan warga sipil dengan cara yang menjaga martabat kemanusiaan mereka."
Sementara itu, ahli prakiraan cuaca Palestina Laith Alami menjelaskan bahwa wilayah Palestina akan terpengaruh mulai Senin malam hingga Selasa malam oleh cuaca dingin yang dalam dan berbadai disertai dengan massa udara kutub yang sangat dingin.
Al-Alami memperkirakan akan terjadi cuaca sangat dingin, dan mencatat meningkatnya kecepatan angin yang signifikan, terutama di daerah pesisir.
Ia menambahkan bahwa hujan lebat akan turun di seluruh provinsi, termasuk Jalur Gaza, dan mungkin disertai petir dan hujan es. Ia memperingatkan bahaya angin kencang terhadap tenda-tenda pengungsi.
Pasien Gaza
Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan pada hari Senin bahwa lebih dari 18.500 orang di Jalur Gaza, termasuk 4.000 anak-anak, masih sangat membutuhkan evakuasi kesehatan.
Ghebreyesus menyerukan kepada lebih banyak negara untuk membuka perbatasan mereka bagi pasien dari Gaza dan untuk melanjutkan evakuasi ke Tepi Barat, termasuk Al-Quds Timur.
Ia menjelaskan bahwa organisasinya, selama pekan lalu, mendukung evakuasi alasan kesehatan bagi 18 pasien dan 36 pendamping dari Jalur Gaza ke Yordania untuk menerima perawatan khusus, termasuk perawatan untuk cedera parah, beberapa jenis penyakit, dan kondisi kritis lainnya.
Dengan dukungan Amerika, negara Zionis melancarkan perang genosida selama dua tahun di Gaza pada 7 Oktober 2013, yang mengakibatkan syahid lebih dari 71.000 Palestina dan lebih dari 171.000 luka-luka, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.
Meskipun telah dimulainya fase pertama gencatan senjata berdasarkan rencana Presiden AS Donald Trump, penjajah terus membatasi secara ketat masuknya makanan, obat-obatan, perlengkapan medis, dan bahan-bahan untuk tempat tinggal ke Gaza, tempat sekitar 2,4 juta warga Palestina hidup dalam kondisi yang sangat buruk.
Sumber: Al Jazeera + beberapa kantor berita.
Diterjemahkan dari situs Al Jazeera Net “7 شهداء بالبرد والانهيارات في غزة وسط تحذيرات من المنخفض القطبي” terbit 13 Januari 2026, diakses 13 Januari 2026 15:09 https://www.aljazeera.net/news/2026/1/13/%D8%A7%D9%84%D8%A8%D8%B1%D8%AF-%D9%8A%D9%82%D8%AA%D9%84-%D8%B7%D9%81%D9%84%D9%8A%D9%86-%D9%81%D9%8A-%D8%BA%D8%B2%D8%A9-%D9%88%D8%B3%D8%B7-%D8%AA%D8%AD%D8%B0%D9%8A%D8%B1%D8%A7%D8%AA-%D9%85%D9%86